Tuesday, 25 November 2014

Hubungan Manusia dan Kebudayaan

Hubungan Manusia dan KebudayaanHubungan manusia dan kebudayaan seperti layaknya uang logam dengan kedua sisinya, artinya antara manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan. Tidak ada kebudayaan tanpa manusia, dan manusia tidak akan pernah mencapai puncak potensinya tanpa kebudayaan. Budaya merupakan tindakan manusia untuk berinteraksi dengan lingkungan dan masyarakat melalui proses belajar. Proses belajar kebudayaan yang dilalui manusia dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. Proses internalisasi
Merupakan suatu proses belajar yang sangat panjang, dimulai sejak manusia dilahirkan sampai akhir kehidupannya dengan belajar menanamkan perasaan, nafsu, serta emosi yang diperlukan sepanjang hidupnya. Yang terjadi dalam proses ini adalah individu mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok dan norma-norma kelompok tersebut. Manusia mempunyai bakat yang akan mengembangkan berbagai macam perasaan, nafsu serta emosi dalam kepribadiannya dan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

2. Proses sosialisasi
Dalam proses sosialisasi individu dari masa kanak-kanak hingga masa tua akan belajar tentang pola-pola tindakan dalam interaksi dengan beragam individu di sekelilingnya. Menurut Charlotte Buehler (Suseno, 1980:12) proses sosialisasi adalah proses yang membantu individu menjalani proses belajar dan menyesuaikan diri  untuk bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berfikir kelompoknya sehingga dapat berguna dan berperan di dalamnya. Dalam proses pendewasaan manusia berdasarkan pengalaman sendiri akan membentuk sistem perilaku (behavior system) yang ditentukan oleh watak. Proses sosialisasi dalam golongan tertentu akan menunjukkan proses sosialisasi yang berbeda-beda.

3. Proses enkulturasi
Enkulturasi dimulai sejak kecil dalam alam fikiran seseorang dalam masyarakat, dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan luar yang mana manusia belajar berbagai macam hal. Dalam enkulturasi diserap hal-hal khusus dari kebudayaan, seperti nilai kontrol sosial, prasangka, sikap, gaya, bahasa, yang kemudian menjadi pegangan dalam bertingkah laku. Dalam proses ini manusia telah belajar cara-cara untuk bergaul dengan individu lain dalam lingkungan dan telah mengembangkan tindakan yang berbeda-beda pula. 

Selanjutnya hubungan antara manusia dan kebudayaan dapat juga dilihat dari kedudukan manusia terhadap kebudayaan tersebut, yang terdapat 4 kedudukan yakni sebagai berikut ( Krech, 1986):

1. Manusia bertindak sebagai penganut kebudayaan (creature of culture). Sebagai penganut kebudayaan, sejak kecil manusia dimotivasi untuk berperilaku sebagaimana yang dikehendaki kebudayaannya.

2. Individu juga sebagai pembawa kebudayaan (carrier of culture), yang berperan lebih aktif dan positif sebagai tranmisi kebudayaan kepada generasi berikutnya.

3. Individu sebagai manipulator (manipulator of culture), dengan menggunakan sikap, nilai dan pola-pola perilaku yang umum berusaha mencapai kepentingannya.

4. Individu bertindak sebagai pencipta kebudayaan (creator of culture) yang merupakan motor penggerak bagi perubahan kebudayaan.

Artikel terkait:
Pengertian Kebudayaan
Pola Kebudayaan Masyarakat
Perwujudan Kebudayaan
loading...

0 comments:

Post a Comment