Wednesday, 19 November 2014

Keramik Zaman Penjajahan

Keramik Zaman Penjajahan
Pada permulaan abad ke-17 Eropa baru mengenal keramik jenis porselin. Setelah mengusir partner dagangnya di Eropa bangsa Portugis dari Indonesia, kompeni belanda dengan V.O.C menerapkan sistem monopoli. Perdagannya dengan China menyebabkan lalu lintas dagang maritim yang ramai melalui Indonesia. Porselin China menjadi primadona saat itu, orang Belanda membawa porselin kasar ke Indonesia.

Bangsa Belanda menguasai Jakarta setelah merebutnya dari kerajaan Banten dan kemudian mendirikan Batavia pada tahun 1619. Pada masa penjajahan Belanda hanya terdapat industri bata dan genteng baik menggunakan mesin atau manual, perabotan rumah tangga seperti gentong, kendi, kuali, anglo dan celengan hanya diproduksi untuk kebutuhan rakyat sendiri terutama di pedesaan.
Akhirnya pada tahun 1922 pemerintah Hindia Belanda mendirikan instansi penelitian "Keramish Laboratorium" yang berfungsi mengembangkan industri bata dan genteng, menyangkut penelitian bahan, latihan operator dan lokasi bahan mentah. Setelah itu ditemukan lokasi bahan mentah keramik di Bangka dan Belitung, mengetahui potensi ini Belanda melakukan pengembangan ilmu pengetahuan tentang teknik membuat keramik

Pada tahun 1930-an pabrik bata dan genteng mulai dibangun, mengembangkan macam produk hasil olahan keramik seperti produk kerajinan dan mendirikan Balai Penelitian Keramik di Pleret, Jawa Barat yang penduduknya seagian membuat gerabah dan kemudian dikembangkan ke produk keramik berlapis glasir. Pembuatan keramik "Aardewerk" dan batu blerglasir sudah dirintis, bersamaan dengan itu pabrik gelas swasta didirikan di Jakarta dan Surabaya

Sumber: Mulyadi Utomo Agus, Drs. 2007. Wawasan dan Tinjauan Seni Keramik. Institut Seni Indonesia Denpasar: Paramita
loading...

0 comments:

Post a Comment