Monday, 24 November 2014

Keramikus Dari Jakarta Yang Terkenal

Seni keramik bagi sebagian orang mempunyai daya tarik tersendiri untuk dipelajari yang dapat dijadikan sekedar hobi atau bahkan digunakan sebagai mata pencaharian. Sangat banyak tokoh keramik atau "keramikus" yang sukses dengan bidang yang ditekuninya, baik sebagai pengajar seni keramik, seniman keramik, atau bahkan pengusaha keramik dan pengrajin keramik. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Berikut tokoh-tokoh keramik dari Jakarta:

1. Hildawati Siddharta
Keramikus Dari Jakarta Yang Terkenal
Wanita kelahiran Jakarta 26 nopember 1945. Semasa kecil hingga SMU di Belanda yang kemudian masuk ITB tahun 1971 dan mengajar di IKJ. Pada tahun 1973 mendapat tugas belajar ke Amerika di Rhode Island School of Design. Karya-karyanya cenderung disebut sebagai "keramik bebas", sebagi kelompok keramik murni, ia menganggap tanah liat dapat diajak kompromi dan berdialog, yang artinya harus diperhatikan sifat atau kararkternya yang bentuk keramik tidak dipaksakan. Dia juga tidak pernah memberikan judul pada  karya-karyanya, dia menganggap judul akan mengganggu kontak langsung penikmat seni dengan karya.

2. Liem Keng Sien
Keramikus Dari Jakarta Yang Terkenal
Lahir pada tanggal 20 Desember 1954 di Jakarta, pendidikan formal di Akademi keramik di Leuven, Belgia tahun 1982. Dia menggarap karyanya di studio keramik Cawang dari tahun 1984-1989. Karya Liem yang menarik adalah berupa botol-botol yang tidak simetris dan teksturnya tidak mulus, tetapi menampilkan kepekaan bentuk yang manusiawi. Goresan tekstur glasir yang secara spontan dan ekspresif dengan warna-warna yang menarik.

3. Suyatna
Kelahiran Tangerang 1957 ini menyelasaikan pendidikannya di IKJ  tahun 1981 dan menjadi pengajar di sana. Keramikus bimbingan Hilda ini cukup potensial, pengaruh gurunya sangat melekat, menurutnya keramik yang indah adalah keramik yang murni. Pengetahuan "yakishime" yang dipelajari di Jepang mendukung pendapatnya tentang keramik fungsional.

Keramikus Dari Jakarta Yang Terkenal4. F.Wijayanto
Dilahirkan di Jakarta 23 Januari tahun 1953, masuk ITB tahun 1975-1981. Karya-karyanya memiliki ciri dimana faktor perasaan sangat berpengaruh pada saat penciptaan. Dia selalu mengambil satu tema pada karya yang dibuatnya dan tidak mengulang kembali, menekankan komposisi, garis dan warna. Dia mengkombinasikan benda pakai dengan ekspresi.

5. Sri Hartono
Pematung terracotta yang berada di pasar seni ancol ini lahir di Solo pada tahun 1940 dan merupakan lulusan ASRI Jogya. Karya-karyanya cenderung mengungkapkan kehidupan nyata yang berhubungan dengan falsafah kehidupan.

6. Ramelan
Lahir di Solo 10 Nopember 1939, lulus dari ASRI Jogya pada tahun 1963. Dia juga seoramg pematung sehingga karya-karya yang dihasilkan seperti patung, figur manusia yang diubah sedemikian rupa menunjukkan ekspresi yang aneh dan misterius.

7. Suparto
Seorang penggarap proyek yang mirip dengan keramik namun secara ilmu bahan masih termasuk golongan keramik, yaitu dengan menggunakan semen dan gips yang diproses sebelumnya melalui pembakaran. Karya-karyanya disebut "paramik" atau "parto keramik", dengan hiasan menggunakan akrilik dan cat tembok yang lebih menjurus sebagai benda dekoratif. 

Sumber: Mulyadi Utomo Agus, Drs. 2007. Wawasan dan Tinjauan Seni Keramik. Institut Seni Indonesia Denpasar: Paramita
loading...

0 comments:

Post a Comment