Tuesday, 25 November 2014

Keramikus Terkenal Dari Jawa Barat

Jawa barat dikenal dengan daerah yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan seni keramik pada zaman penjajahan, disitu pula dibangun Balai Penenlitian keramik. Sehingga tidak heran jika banyak lahir keramikus-keramikus handal di daerah tersebut. Berikut adalah keramikus-keramikus tersebut:

1. Bambang Prasetyo
Mnempuh pendidikan di ITB  pada program study seni keramik dan tamat tahun 1976.
Kemudian dia mengajar di tempat yang sama, IKJ dan Trisakti,  pada tahun 1980 mendapat kesempatan belajar di Jerman atas beasiswa Guthe Istitut. Karya-karyanya lebih banyak menggarap komposisi dari sebuah bentuk dan irama dari sebuah kumpulan benda. Dia bermain pada bentuk lekukan dan cekungan, sulit untuk dihubungkan dengan jenis keramik tradisional.

2. Lengganu
Dilahirkan di Sumedang 31 maret 1942. Pendidikan formalnya di ITB selesai pada tahun 1969 dan mengajar disitu. Karya Lengganu yang menarik diantaranya berjudul “konstruksi” yaitu bentuk seperti bangunan menara di bagian atas bulat seperti telur dengan memperlihatkan bagian isinya.

3. Hendrawan Riyanto
Lahir di Yogya 15 Januari 1959, lulus dari ITB tahun 1986 dan menjadi staf pengajar di sana dan sempat belajar di Jepang pada tahun 1987. Karyanya mengarah pada seni murni dan tidak lagi memperlihatkan ciri-ciri keramik konvensional yang berbentuk wadah.

4. Bonzan Eddy R
Dilahirkan di Madiun pada tanggal 29 Agustus 1952. Menyelesaikan studi di ITB pada tahun 1980. Karya-karya Bonzan sangat bervariasi, ada yang berupa lempengan dan relief dengan komposisi warna yang menarik seperti sebuah lukisan.

5. Beni Sukarsa  
Lahir di Bandung pada tanggal 1 Maret 1939, lulus dari ITB tahun 1969 dan Tajimi Design&Recearch Centre, Jepang. Bekerja di Balai Besar Indusri Keramik Departemen Perindustrian. Karya-karyanya banyak menghadirkan bentuk-bentuk alam, bidang mirip kulit kayu.

6. Ondang
Lahir di Cimahi pada tanggal 13 April 1944, dia menyelesaikan studi pada tahun 1975 dan menempuh pendidikan Tajimi Design & Recearch Centre, Jepang.  Karya-karyanya banyak mengolah putaran dan bentuk berongga seperti vas dan botol.

7. Sidarto
Kelahiran Purwodadi 21 April 1940, mengenyam pendidikan di Departement Three Dimensional Design Ceramic Inggris tahun 1969 sampai 1973, menyelesaikan di ITB pada tahun 1983. Kini staf di Balai Besar Indutri Keramik, yang karya-karyanya  berkisar pada benda-benda bentuk putar dan benda pakai. Ekspresinya banyak diangkat dari dekorasi dan pengolahan glasir dengan berbagai macam varisai, hal tersebut dianggap lebih banyak menarik perhatian pemakai produk keramik.

8. Suhaemi Barnawi
Lahir di Tasikmalaya 14 Desember 1938, dia alumni ITB tahun 1970 yang juga belajar di Tajimi Design & Recearch Centre, Jepang. Karya-karyanya banyak menghadirkan bentuk-bentuk alami seperti bunga karang atau sesuatu yang sedang tumbuh, terkadang juga mirip seperti patung kontemporer yang mengutamakan bentuk dan tekstur sebagai ungkapan seninya.

9. Darsyah Alam
Dilahirkan di Malang pada tahun 1952, dia belajar pada Soemaji untuk menggambar dan mematung. Masuk ASRI Yogya dan menyelesaikan pendidikan sarjanah di ITB pada tahun 1985. Darsyah cukup kreatif mengolah tekstur kasar dan alamiah, yang cukup menarik dari salah satu karyanya adalah dia memanfaatkan kain pel usang untuk memperolah tekstur kasar pada tanah liat. Dia juga menggunakan kawat spiral untuk karyanya, disamping tekstur dia juga mengolah goresan-goresan yang ekspresif untuk mengisi bidang keramik baik untuk benda pakai atau benda seni murni.

10. Andar Manik
Alumni ITB ini mewujudkan karya-karyanya melalui instalasi keramik yang disebut dengan transendensi dari proses berkarya.

Sumber: Mulyadi Utomo Agus, Drs. 2007. Wawasan dan Tinjauan Seni Keramik. Institut Seni Indonesia Denpasar: Paramita
loading...

0 comments:

Post a Comment