Wednesday, 26 November 2014

Keramikus Terkenal Dari Yogyakarya

Keramikus YogyakaryaYogyakarta dikenal dengan berbagai macam keseniannya, daerah yang terkenal dengan budaya jawa yang sangat kental ini ternyata mempunyai banyak tokoh keramikus yang karya-karyanya sangat menginspirasi banyak orang. Diantara tokoh-tokoh keramik dari Yogyakarta yang terkenal  adalah sebagai berkut:

1. Antonius Girindra Soegijo
Lahir pada tanggal 24 maret 1945 menempuh pendidikannya di ITB tahun 1965 dan tahun 1967 di Paris. Tahun 1968 melanjutkan study ke L'ccole des art decoratifs 'de Geneva dan lulus memperoleh "cercificat de capasite" sebagai seniman keramik tahun 1972. Pernah mengajar di SSRI Yogya, karya-karya Girindra cenderung pintar mendongeng, dia berkarya dengan berusaha menggali dongeng rakyat.

2. AN. Suyanto
Dilahirkan di Trenggalek 12 Januari 1947, lulusan ASRI Yogya ini aktif  melakukan pameran di dalam maupun luar negeri. Karya-karyanya menonjolkan unsur dekorasi, tekstur dan warna.


3. Gatot Sudrajat
Tokoh kelahiran Purbalingga 14 Mei 1953 ini menyelesaikan studinya di SSRI Yogja tahun 1972 dan di STSRI "ASRI" pada tahun 1986. Mendikiran sanggar "Sanggar Merdeka" 1985. Karya keramiknya masih berkisar pada bentuk wadah bundar, yang menonjol adalah dari segi pewarnaan dan tekstur.

4. Suminto
Lulusan ASRI Yogya ini mendirikan studio keramik pada tahun 1977, dan karya-karyanya banyak mendeformasi bentuk  menjadi lebih menarik.

5. Ambar Astuti
Dosen ISI Yogya ini memperoleh gelar sarjanahnya dari ITB, merancang berbagai desain keramik. Pada tahun 1974 mengikuti training Ceramic Glaze and Decoration Techniques di Nagoya, Jepang kemudian menjadi dosen tetap ISI Yogya 1978. Karya keramiknya lebih banyak mengambil bentuk mangkuk atau wadah yang digarap secara kreatif dengan memanfaatkan tekstur lembut maupun kasar menjadi relief yang menonjol menghiasi permukaan, bentuknya menyerupai kerang atau karang laut degan warna-warna yang memikat.

6. Noor Sudiyati Agung
Diahirkan di Magelang  tahun 1962, alumni ISI Yogya dan mengajar disana. Karya-karyanya memperlihatkan sifat-sifat yang feminim, dimana kelembutan dan sensivitasnya terhadap bentuk yang sangat menonjol. Misalnya bentuk vas dengan dekorasi flora dan fauna yang di sederhanakan.

Sumber: Mulyadi Utomo Agus, Drs. 2007. Wawasan dan Tinjauan Seni Keramik. Institut Seni Indonesia Denpasar: Paramita
loading...

0 comments:

Post a Comment