Sunday, 23 November 2014

Komponen Seni Rupa

Komponen Seni RupaDalam kehidupan seni terdapat tiga komponen yang hubungannya saling berkaitan satu sama lain, yaitu pencipta seni, karya seni dan penghayat seni.  Masing-masing mempunyai kedudukan dan peran yang berbeda di dalamnya yang disebut dengan tri tunggal seni. Seni dapat diartikan sebagai suatu proses yang berupa serentetan kegiatan seni, dapat berupa mencipta dan penghayatan pada seni.

Terdapat beberapa hal yang dapat dipertanyakan dalam hal ini, siapa pencipta seni, apa yang mendorong seseorang mencipta seni, mengapa melakukan hal tersebut dan untuk siapa melakukannya, serta bagaimana proses pencitaannya. Sejumlah teori telah dikemukakan tentang fase, langkah dan jenjang dalam proses penciptaan seni atau proses kreatif. Fase dalam proses kreatif tidak terjadi dalam urutan yang tetap, melainkan dapat berubah-ubah, berulang, melebur dan menyatu dalam keunikan cara masing-masing pencipta karya seni. Oleh karena itu muncul beberapa teori.

L.H.Chapman
Proses kreatif terdiri dari 3 tahapan:

1. Tahap permulaan (incept), yakni upaya menemukan atau mencari sumber gagasan, mencari inspirasi atau ilham atau sumber inspirasi. Sumber inspirasi dapat berupa lingkungan alami yang belum terjamah manusia, lingkungan buatan, kehidupan rokhaniah, dunia imajinasi atau fantasi, perenungan, serta pengalaman kehidupan sehari-hari.

2. Tahap mengembangkan gagasan awal, mengembangkan gagasan menjadi gambaran pra- visual yang nantinya akan dijadikan menjadi bentuk jadi.

3. Tahap penyelesaian merupakan tahap memvisualisasikan karya dengan memanfaatkan medium tertentu (alat, bahan, teknik).

Chatarina Patrick
Melalui penilitian psikologis dia menentukan 4 tahapan proses kreatif:

1. Tahan persiapan adalah ketika individu mengumpulkan informasi atau data untuk memecahkan suatu masalah. Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman individu dalam menjajaki berbagai kemungkinan pemecahannya. Belum terdapat arah yang pasti, akan tetapi fikirannya mengeksplorasi berbagai alternatif.

2. Tahap inkubasi yakni tahap dimana individu seakan melepaskan diri untuk sementara, dia tidak akan memikirkan masalahnya secara sadar tetapi menyimpannya di alam pra-sadar. Tahap ini dapat belangsung sebentar dan juga dalam waktu yang sangat  panjang.

3. Tahap inspirasi yaitu saat munculnya gagasan baru beserta proses psikologis yang mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi/gagasan tersebut.

4. Tahap elaborasi ialah tahap dimana ide/gagasan tersebut dikembangkan secara cermat dan teliti.

Pandangan Psikologis  
Pandangan psikologis atas dasar empiris memberikan dua pandangan atas proses kreatif, yaitu:

1. Teori propulsif yakni proses penciptaan yang dibimbing oleh ide pengontrol yang mengawasi secara  menyeluruh dan terus-menerus pada setiap tahap.

2. Teori finalistik  dimana ide pengontrol menjadi tujuan akhir sebagai pengarah/pedoman untuk mencapai hasil akhir yang telah ditetapkan sebelumnya, selama proses ini berangsung ide kreatif bermunculan tanpa kontrol.
Pada dasarnya proses kreatif berlangsung sangat subjektif, misterius dan personal. Meskipun mempunyai tahap tertentu, tidak mudah mengidentifikasi secara tepat pada tahap mana suatu proses kreatif seseorang berada.
Kreativitas merupakan bidang kajian yang sulit dan rumit, sehingga berbagai definisi yang diungkapkan para ahli mempunyai identifikasi yang berbeda berdasarkan penekanan sudut pandang masing-masing.  

Hal lain yang berhubungan dengan proses kreatif yakni corak, gaya dan aliran. Corak dan gaya merupakan istilah yang digunakan dalam pengertian yang digunakan dalam pengertian yang sama. Keduanya merupakan terjemahan dari istilah style, yang menunjukkan sifat khusus dari sebuah karya seni. Sifat khusus ini diperoleh dari cara berekspresi yang khas dari pribadi masing-masing pencipta dengan pengaruh lingkungan.
Suwaji Bastomi membedakan pengertian gaya dan corak, gaya bersifat individual, sedangkan corak bersifat komunal (kelompok).
Gaya ditemukan pada seni modern yang mana ciri pribadi kreator tampak pada karya-karyanya, baik mengenai isi, nilai, proses dan teknik yang diungkapkan dalam berbagai ragam bentuk.
Corak menunjukkan bentuk seni yang dihasilkan oleh sekelompok orang yang ingin mempertahankan nilai tradisi yang telah ada disuatu daerah. Corak seni menunjukkan sifat khusus yang dimiliki oleh sekelompok masyarakat yang menjadi pendukungnya, corak sangat melekat pada seni tradisional. Contohnya seperti masyarakat Bali yang memiliki corak khusus yang mencerminkan kejiwaan dan kepribadian masyarakat Bali, meskipun gaya karya seni tiap seniman di Bali masih tetap memperlihatkan adanya identitas pribadi masing-masing.
Menurut Soedarso Sp., gaya dan corak sebenarnya berkaitan dengan bentuk luar suatu karya seni, sedangkan yang menyangkut masalah faham yang berkaitan dengan pandangan atau prinsip disebut dengan aliran. Karena keduanya berkaitan dengan 2 masalah yang berbeda. 

Faktor pendorong lahirnya kreatifitas:

1. Lingkungan
Seniman sebagai anggota masyarakat dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan, ada lingkungan internal(dalam) yakni keluarga dan eksternal(luar) masyarakat umum.

2. Sarana
Merupakan fasilitas yang bisa berupa alat, bahan, dan segala hal yang memberi kemudahan daam kegiatan mencipta.

3. Keterampilan 
Munculnya keterampilan karena adanya interaksi antara seniman dan sarana yang tersedia. Keterampilan yaitu kemampuan menggunakan segenap sarana yang ada pada diri pencipta, fisik (tangan, mata, telinga, dan sebagainya) ataupun akal, rasa, dan iman secara tanggap, peka, tajam dan efektif serta dinamis ke arah perwujudan karya seni.

4. Originalitas
Keinginan untuk membuat “lain” yang baru merupakan saah satu sumber identitas serta merupakan titik awal dari oroginalitas (unik dan pribadi).

5. Apresiasi
Apresiasi (penghargaan) yang akan lahir setelah adanya interaksi antara karya seni dan pengamat. Penghargaan akan meningkatkan daya kreativitas pencipta.

6. Identitas
Identitas merupakan sesuatu yang timbul karena adanya interaksi antara seniman dengan lingkungan dan merupakan ciri khas yang tampil pada karya-karya pribadi yang kuat, berbakat dan berkembang.

7. Hasil karya
Selain sebagai bentuk ungkapan emosi yang bersifat artistik, hasil karya juga merupakan alat komunikasi.

8. Komunikasi
Komunikasi merupakan penyampaian pesan dari satu fihak ke fihak lain. Komunikasi antara seniman dan pengamat merupakan komunikasi estetik melalui karya seni.

Itulah beberapa komponen yang terdapat dalam seni, yakni berupa pencipta seni, karya seni dan pengamat seni. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan tentang seni khususnya bagi yang membutuhkan.  
loading...

0 comments:

Post a Comment