Monday, 17 November 2014

Konsep Penciptaan Seni Keramik

Konsep Penciptaan Seni KeramikTanah liat merupakan bahan baku keramik yang bersifat plastis dan dengan mudah di bentuk sesuka hati oleh pembuatnya. Sehingga apapun yang terkandung dalam sebuah benda keramik baik sebagai benda estetis, benda praktis, benda teknis, maupun magis (spiritual) itu murni dari penciptanya. Kebebasan yang begitu luas membuat daya cipta dan imajinasi semakin berfariasi yang dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK. Sisi lain dari dampak kebebasan itu berakibat buruk karena benda keramik kehilangan arah dan tujuan penciptaan, dengan kata lain menjadi benda iseng yang tidak mempunyai arti. 

Pandangan seni keramik sampai saat ini masih tumpang tindih (overlaping) atau terpadu. Pada umumnya belum banyak yang mempersoalkan ciri khas perbedaan dan kecerendungan mengolah seni keramik. Konsep penciptaan seni keramik diuraikan menjadi 2 arah, yakni sebagai seni murni dan seni kriya (kerajinan) atau seni pakai.

1. Seni Keramik Murni
Keramik yang dibuat dengan tujuan ekspresi, identitas dan emosi penciptaannya menonjol serta tidak mengulang-ulang. Keramik jenis ini melayani kebutuhan atau kehidupan jiwa seperti suasana hati, batin atau perasaan, hasrat dan ekspresi emosional.
Dapat dikatakan keramik ini sebagai "keramik bebas" yang pembuatannya tidak terikat oleh kegunaan atau fungsi tertentu, tetapi muncul sebagai karya itu sendiri. Pencetus gaya ini seperti L'art pour art atau "seni untuk seni" adalah Thephile Gautier yang berasal dari Perancis. Gautier bereaksi terhadap keadaan zamannya, dimana seni dimanfaatkan untuk tujuan dan tendensi politik, komersial materialistik maupun moralistik. Ia menginginkan agar seni dimurnikan, dihargai, dan dinikmati karena alasan lain di luar seni. Keramik murni merupakan perwujudan yang original dan mengandung kejujuran emosional secara individual, apresiasi, kesadaran nilai-nilai kehidupan dan kepribadian.
Pembuatan keramik murni mempunyai maksud untuk mengkomunikasikan pemikiran atau penyampaian ekspresi melalui bahasa rupa, lewat bahan, tekstur, warna, bentuk, ruang, bidang, garis, simbol dan lain sebagainya yang menjadi susunan dan membangkitkan masyarakat berapresiasi.

2. Seni Keramik Kerajinan  
Keramik kerajinan memiliki ciri khas sebagai sebagai pekerjaan tangan (handicraft) yang termasuk kriya (craft). Sudarso SP, mengatakan seni keramik kerajinan pada hakekatnya tertuju pada penekanan bobot kriya yang memungkinkan lahirnya nilai seni terapan dalam bentuk ekspresi baru sesuai tuntutan budaya masa kini.
Banyak kalangan merasakan bahwa seni keramik kerajinan sebagai pengulangan-pengulangan bentuk yang telah ada, baik yang klasik atau modern. Keramik kerajinan biasanya diperuntukkan memenuhi kebutuhan pasar dan dijual belikan, oleh karena itu pengrajin dituntut untuk memiliki keterampilan dan citarasa yang tinggi serta dapat mengembangkan seni lama dengan citarasa baru, unik dan ekslusif yang pada akhirnya menjadi karya yang dapat dibanggakan.

Sumber: Mulyadi Utomo Agus, Drs. 2007. Wawasan dan Tinjauan Seni Keramik. Institut Seni Indonesia Denpasar: Paramita
loading...

0 comments:

Post a Comment