Friday, 21 November 2014

Pengertian Kebudayaan

Pengertian KebudayaanSeringkali mendengar ucapan dan ungkapan tentang kebudayaan, baik dalam pengertian sempit maupun dalam pengertian yang luas. Dalam pengertian yang sempit kebudayaan sering diartikan adat tradisi atau kebiasaan yang disajikan pada contoh-contoh, seperti upacara adat. Untuk pengertian yang lebih luas, kebudayaan sering difahami sebagai cara manusia mengelola kehidupannya seperti adaptasi masyarakat dengan lingkungannya.

Kebudayaan sendiri berasal dari kata cultuur (bahasa Belanda), culture (bahasa Inggris), tsaqofah (bahasa Arab), dan colere (bahasa Latin) yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan. Ada pula yang menyatakan berasal dari kata buddhayah (bahasa Sansekerta), yaitu bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti kata "budi atau akal" yang dalam pengertiannya merupakan pikiran, perasaan, dan perbuatan.
Berdasarkan kata tersebut kebudayaan mempunyai 2 dimensi umum, yakni dapat diamati dan tidak dapat diamati. Berdasarkan dimensinya, kebudayaan secara umum didefinisikan ke dalam 2 aliran, yaitu airan Ideasional dan Behaviorisme. 

Aliran Ideasional
1. Edward B.Taylor mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan yang kompleks. Di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum adat, adat istiadat dan kemampuan yang lain yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat (Prasetyo. 1991:29-30).

2. C.Kluckhonhn dan W.H. Kelly berdasarkan wawancara dengan para ahli merumuskan kebudayaan sebagai pola untuk hidup yang tercipta dalam sejarah, yang eksplisit, implisit, irrasional, yang terdapat pada setiap waktu sebagai pedoman yang potensial bagi tingkah laku manusia (Prasetyo, 1991: 29-30).

3. Clifford Geert mendefinisikan kebudayaan sebagai sistem makna dan simbol yang diatur dalam rangka interaksi sosial (Keesing and Keesing, 143).

4. Ralp.Linton mengartikan kebudayaan sebagai sejumlah pengetahuan, sikap, dan pola tingkah laku yang dibiasakan dan dibagikan oleh anggota masyarakat tertentu (Keesing and Keesing, 138).

5. Kroeber mendefinisikan kebudayaan sebagai reaksi motorik, kebiasaan, teknik, gagasan dan nilai yang dipelajari secara masal (Keesing and Keesing, 138).

6. Goodenough berpendapat bahwa kebudayaan mengacu pada sistem pengetahuan dan kebudayaan yang diorganisasikan dimana orang-orang menstruktur pengalam dan persepsi mereka, memformulasikan aktivitas dan memilih sebagai alternatif (Keesing and Keesing, 138).

Aliran Behaviorisme    
1. Kebudayaan sebagai fenomena yang dapat diamati yaitu pola-pola kehidupan di dalam komunitas, aktivitas yang berulang secara terus-menerus serta pengaturan material dan sosial (Keesing and Keesing, 138).

2. Eugene A.Nida mengartikan kebudayaan sebagai perilaku manusia yang diajarkan terus-menerus dari generasi ke generasi berikutnya (Sastrosupono, 1982:50).

3. J.Verkuyl menterjemahkan kebudayaan sebagai suatu yang diajarkan manusia, segala sesuatu yang dibuat oleh manusia (Sastrosupono, 1982:51).

Dari berbagai definisi di atas memperlihatkan bahwa tidak mampu mewakili pengertian kebuayaan secara menyeluruh, pada dasarnya pengertian kebudayaan merupakan sistem gagasan, sistem kelakuan, dan hasil karya.

Artikel terkait:
Perwujudan Kebudayaan
Pola Kebudayaan Masyarakat
Hubungan Manusia dengan Kebudayaan
loading...

0 comments:

Post a Comment