Monday, 3 November 2014

Pengertian Keramik

Pengertian KeramikIstilah keramik dalam buku Dictionary of Art yang ditulis Bernard S Myers menyatakan bahwa kata keramik berasa dari bahasa Yunani Kuno yaitu "keramos" yang berarti tanah liat (Myers, 1969:429). Sedangkan Dictionary of Art  yang ditulis Mills J.F.M menyebutkan bahwa istilah keramik berasal dari bahasa Gerika yakni "keramikos" yang berarti benda-benda yang berasal dari tanah liat dan merupakan istilah umum study seni dari pottery dalam arti kata yang luas, termasuk segala macam bentuk benda yang terbuat dari tanah liat yang telah melalui proses pembakaran (Mills, 1965:39). 

Ruth Lee dalam bukunya yang berjudul "Exploring The World of Pottry" menjelaskan istilah "keramos" yang berasal dari kata "keramikos" yakni suatu daerah di Athena di sekitar pintu gerbang Dypilon tempat tinggal sebagian besar pengrajin tanah liat dan kemudian menjualnya (Ruth Lee, 1971:25).
Ditelusuri lebih jauh oleh para peneliti, ditemukan bahwa sebenarnya "keramos" itu merupakan nama salah satu dewa di Yunani. Encyclopedia of The Arts menjelaskan bahwa dalam mitologi Yunani "keramos" merupakan putra dari dewi Ariaduc (Ariadne) dengan dewa dewa Baccus, yang merupakan dewa pelindung para pembuat keramik (Runes, 1946:151). 

Pengertian keramik
Keramik adalah cakupan untuk semua jenis benda yang tebuat dari tanah liat yang kemudian mengalami proses pembakaran sehingga tanah tersebut mengeras. Balai Besar Keramik Bandung mendefinisikan keramik sebagai berikut: 
"Keramik adalah produk yang terbuat dari bahan galian anorganik non-logam yang telah mengalami proses panas yang tinggi. Bahan jadinya mempunyai struktur kristalin dan non-kristalin atau campuran dari padanya" (Praptopo Sumitro, dkk, 1984:15).

Definisi keramik dalam pengertian luas dan umum adalah "bahan-bahan yang dibakar tinggi" termasuk di dalamnya adalah semen, gips, besi (metal) dan lain sebagainya. Karena itulah sebutan keramik sangat beragam seperti gerabah, tembikar, mayolika, email, keramik putih, terracota, porselin, keramik batu (stonewere), tanah liat, barang pecah belah, benda api, cermet (kemarik-metal), gelas, keramik halus, kaca, silikon, semen api dan lain sebagainya.
Pengertian keramik dapat juga di pandang dari bentuk visualnya, bahan material, teknologi pembakaran, fungsi praktis, maupun konsep seni dan desain.

Pengertian keramik secara khusus dikaitkan dengan bidang seni rupa, yaitu ditinjau dari segi perwujudan bentuknya. Secara umum disebut sebagai "seni keramik" yaitu suatu pengertian dari proses perubahan atau penciptaan benda yang bernilai seni. Penciptaan bentuk keramik ada hubungannya dengan penyusunan dari unsur-unsur visual dan latar belakang atau tujuan pembuatan, yang tertuang dalam kegiatan mendesain bahkan berupa ungkapan (ekspresi). Cara pandang seni keramik dalam bidang seni rupa dapat berbeda nantinya, bisa dalam bentuk kerajinan seni murni, kerajinan seni kriya, bahkan kajian seni pakai (terapan).   

Secara implisit paradigma ilmu keramik merupakan bidang lintasan strategis antara ilmu pengetahuan (sains), teknologi dan seni yang menjadi satu keilmuan. Hal ini mengingat dalam ruang lingkup yang lebih luas penciptaan keramik  tidaklah semata-mata mengandalkan keahlian tangan (virtuosity), melainkan ditempuh dengan pemikiran yang sistematis dan terarah. Menggunakan metode tertentu serta didukung oleh seni, teknologi dan pengetahuan lainnya.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka pengetahuan keramik sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Mengingat pengetahuan ini lebih berorientasi pada hal-hal yang bersifat praktis, yakni memberi solusi terhadap permasalahan yang muncul di masyarakat seperti memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berbagai macam produk hasil olahan seni keramik. Selain itu seni keramik juga mempunyai fungsi psikis yang memberikan pertimbangan nilai keindahan dalam suatu produk yang terkait dengan masalah psikis. Kebanyakan produk keramik yang diciptakan tidak bertentangan dengan kaidah moral, bahkan pada zaman dahulu keramik dibuat untuk upacara keagamaan (Hindu), namun bagaimanapun juga keramik dapat diwujudkan dalam bentuk apapun, tergantung dengan kemampuan mengolah yang kembali lagi pada pembuatnya yakni seniman, pengrajin, desainer, pengusaha maupun pengembang.

Sumber: Mulyadi Utomo Agus, Drs. 2007. Wawasan dan Tinjauan Seni Keramik. Institut Seni Indonesia Denpasar: Paramita
loading...

0 comments:

Post a Comment