Thursday, 20 November 2014

Pengertian Seni Berdasarkan Beberapa Teori

Pengertian Seni Berdasarkan Beberapa TeoriSeni sangat melekat dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia. Setiap kegiatan manusia pasti berhubungan dengan seni, karena seni adalah pencitraan manusia itu sendiri sejak  manusia dilahirkan. Ruang lingkup seni sanga luas dan tidak terbatas, hal tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan serta kreatifitas manusia yang terus bertambah dan berkembang. Tidak terdapat simbol yang pasti untuk menyatakan bahwa hal atau sesuatu itu disebut dengan “seni” karena masing-masing individu mempunyai pandangan yang berbeda-beda.
Secara umum teori seni terbagi menjadi 2, yakni teori Seni Platonik (masa lalu)  dan teori Seni Modern (masa kini).

Teori Seni Platonik
Teori platonik berkembang kira-kira pada abad ke-16 sampai abab ke-17, bertepatan pada masa Renaisance yakni masa keemasan  pada saat itu. Seni mulai berkembang pesat khususnya pada kalangan bangsawan dan golongan atas. Plato mengkonsep seni dan keindahan yang utama sebagai ide (eidos) atau gagasan yang keluar dari pemikiran dan rasa manusia. Plato mendasarkan teori seni dengan metafisika tentang kenyataan (reality) dan kenampakan (appearence).
Menurut filsafatnya, kenyataan Tuhan merupakan ide atau bentuk yang paling sempurna dari segala bentuk didunia ini, konsep tesebut memiliki tempat  penting bagi para seniman untuk berkarya. Dari pengaruh tersebut para seniman selalu berinovasi mencari bentuk-bentuk baru, yang nantinya seniman akan menyadari kenyataan di dunia. Inilah penyebab muncul berbagai macam aliran-aliran dalam seni. Ajaran Plato tentang etika kurang lebih menyatakan bahwa manusia mempunyai tujuan hidup yang baik dalam hidup, dan plato tetap memihak pada cita-cita Yunani Kuno yaitu hidup sebagai manusia serentak menolak bahwa negara hanya berdasarkan adat kebiasaan saja dan bukan kodrat.

Pandangan Plato tentang Karya Seni dan Keindahan
Pandangan Plato tentang Karya Seni
Pandangan Plato tentang Keindahan
Pemahaman Plato terhadap keindahan dipengaruhi akan pemahamannya tentang dunia indrawi, yang terdapat dalam Philebus. Pendapatnya “bahwa keindahan yang sesungguhnya terletak pada dunia ide, kesederhanaan adalah ciri khas dari keindahan, baik yang terdapat di alam semesta maupun dalam karya seni". Namun tetap saja, keindahan yang terdapat di dalam alam semesta ini hanyalah keindahan semu dan merupakan keindahan pada tingkatan rendah.

Teori Seni Modern
Seni modern adalah seni rupa yang tidak terbatas pada kebudayaan suatu adat atau daerah, namun tetap berdasarkan sebuah filosofi dan aliran-aliran seni rupa. Pada abad ke-19 sampai abab ke 21, seni modern mulai dan terus berkembang dengan pesat seiring berkembangnya zaman dan semakin maju peradaban. Hal tersebut merupakan faktor penting yang mempengaruhi pandangan terhadap seni pada saat itu. Hubungan kebudayaan, pengalaman, dan ide sangat mempengaruhi seni yang dihasilkan pada saat itu dan membentuk sikap serta pandangan hidup manusia.

Seni tidak dapat dipisahkan dengan ekspresi, yang merupakan perasaan individu seorang kreator atau seniman sebagai aksi dan perbuatan rasa yang dapat berupa ekspresi perasaan. Ekspresi perasaan sendiri dapat dibagi dalam beberapa macam:
Ekspresi perasaan imajimatif = Menghasilkan seni (fine art)
Ekspresi perasaan non imajinatif = Menghasilkan non seni (non fine art)
Ekspresi perasaan hiburan = Menghasilkan seni hiburan (anusement art)
Ekspresi perasaan magic = Non imaginatif yang menghasilkan seni penyihir rasa kagum
Ekspresi non perasaan = Konsep dan teknologi yang menghasilkan craft  

Perbedaan seni platonik dan seni modern

1. Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah filosofi, tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas.

2. Tidak terikat pada pakem-pakem tertentu.
Contoh: Lukisan-lukisan karya Raden Saleh Syarif Bustaman, Basuki Abdullah, Affandi, S.Soedjojono dan pelukis era modern lainnya.

3. Seni modern lebih menekankan pada hasil untuk memenuhi kebutuhan hidup, bibanding dengan kepusaan atas karya yang dihasilkan. Sehingga bisa dikatakan seni komersial yang betujuan untuk dikonsumsi oleh khalayak ramai.

Sikap plato terhadap karya seni dipengaruhi oleh pandangannya tentang ide. Pandangannya terhadap karya seni sangat jelas yang tertuang dalam bukunya Politeia (Republik). Plato memandang negatif karya seni, Ia menilai karya seni sebagai mimesis mimesos. Menurut Plato, “karya seni hanyalah tiruan dari ralita yang ada. Realita merupakan tiruan (mimesis) dari yang asli. Yang asli itu adalah yang terdapat dalam ide, dan ide jauh lebih unggul, lebih baik, dan lebih indah daripada yang nyata ini”.

Itulah beberapa pengertian seni berdasarkan teori, semoga dapat menambah informasi dan pengetahuan yang akan bermanfaat. 



loading...

0 comments:

Post a Comment