Friday, 7 November 2014

Pengertian Tanah Liat

Pengertian Tanah Liat
(c) udkaryaabadi.indonetwork.co.id
Di bumi unsur kimia terbanyak diperkirakan terdapat 4 unsur 90 % diantaranya terdiri dari oksida 50%, silica 25%, alumunium 8%, dan besi 6 %. Kira-kira 70 sampai 80% dari kulit kerak bumi terdiri dari bebatuan yang merupakan sumber tanah liat. Pada ketebalan 0,25 sampai 1 meter terdapat akar-akar, sisa-sisa tumbuhan dan bahan organik lainnya yang membusuk, memberi warna dan sifat beragam pada tanah.

Tanah liat atau lempung, berasal dari proses pemecahan geologis pada permukaan bumi secara ilmiah, tanah liat disebut juga sebagai produk pencuacaan dari feldspar. Berawal dari pendinginan bahan-bahan yang meleleh dan pijar dari perut bumi berupa magma atau lava leleh yang menjadi bebatuan beku. Terdapat beberapa macam bahan batuan yang terbentuk dari beberapa magma cair, kemudian membeku melalui proses pendinginan. Batuan beku yang telah mengalami perubahan sifat karena pengaruh tekanan dan panas yang tinggi, disebut juga batuan metamorfosa (metamorphic rocks) mislanya marmer, batu kapur kristalin yang berasa dari batu kapur kwarsa.

Tanah liat terbagi atas 2 kategori, yakni tanah liat residu atau tanah murni (primary clay) dan tanah campuran (scondary clay). 
- Tanah liat residu atau tanah murni (primary clayberasal dari batuan tersebut berada dan belum berpindah tempat sejak terbentuknya. Pada umumnya warna tanah tersebut putih cerah, putih keabua-abuan dan krem berbutir kasar yang sifatnya tidak plastis.
- Tanah kategori kedua (scondary clayadalah tanah campuran  yang terbentuk dari hasil proses perpindahan tempat oleh air, angin, gletser dan sebagainya. Tanah jenis ini mempunyai warna yang beragam tergantung bahan yang tercampur pada tanah, misalnya cobalt menjadi kebiruan, mangan violet, chrome menjadi kehijauhan, besi terlihat kemerahan dan lain sebaginya, sifat tanah sangat halus dan plastis.

Pengertian Tanah Liat
Tanah liat jenis balcay yang belum dihaluskan

Pengertian Tanah Liat
Tanah liat plastis yang siap di jadikan benda keramik 

Tanah liat sebagai bahan mentah pembuatan keramik atau gerabah diperlukan keplastisan. Yakni suatu sifat yang dapat dibentuk tanpa mengalami keretakan mulai dari proses pembentukan sampai proses pembakaran nantinya. Sifat ini sangat penting dan mutlak dalam pembentukan barang-barang keramik, apalagi nantinya produk akan di tambahkan glasir pada permukaannya.

Sumber: Mulyadi Utomo Agus, Drs. 2007. Wawasan dan Tinjauan Seni Keramik. Institut Seni Indonesia Denpasar: Paramita
loading...

0 comments:

Post a Comment