Sunday, 23 November 2014

Perwujudan Kebudayaan

Perwujudan KebudayaanManusia yang hidup di bumi mempunyai hubungan erat dengan kebudayaan. Kebudayaan merupakan hal yang melekat pada kehidupan manusia. Kebudayaan yang diartikan sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia tersebut mempunyai 3 bentuk atau perwujudan (Koentjaraningrat, 1990: 187-189). Wujud kebudayaan tidak dapat dilebur menjadi satu pengertian saja, akan tetapi mempunyai beberapa perwujudan, diantaranya.

1. Kebudayaan sebagai gagasan
Wujud kebudayaan sebagai sesuatu yang kompleks dari ide, gagasan, nilai, norma, peraturan, dan sebagainya. Wujud ini adalah wujud yang ideal dari kebudayaan yang bersifat abstrak. Sebagai sesuatu yang kompleks maka kebudayaan ada dalam fikiran manusia yang saling terkait satu sama lain yang membentuk sistem budaya. Contoh kebudayaan ini adalah upacara korban babi yang terdapat di Irian yang dilakukan setelah terjadi peperangan antar suku yang merebutkan daerah kekuasaan untuk memelihara babi yang populasinya semakin meningkat. Upacara lain juga dilakukan untuk menyembelih babi ketika populasi babi tidak dapat dikendalikan lagi. Dengan demikian, gagasan yang menjadi aktivitas upacara korban babi ini adalah untuk memelihara keseimbangan antara manusia, tanah, dan binatang (babi). Gagasan tersebut tidak dapat kita amati karena tidak konkrit, melainkan hanya terdapat pada fikiran masyarakat Irian.

2. Kebudayaan sebagai tindakan
Wujud kedua ini disebut dengan sistem sosial yang berkaitan dengan tindakan dari manusia itu sendiri. Sistem sosial terdiri dari aktivitas manusia dengan lingkungan berdasarkan adat yang berlaku, sistem ini bersifat konkrit dan dapat diamati. Contoh sistem ini adalah perilaku barter antara petani dan nelayan yang menukarkan hasil kerja mereka, di dalamnya terdapat aktivitas  dialog yang  dapat diamati.

3. Kebudayaan sebagai hasil karya
Wujud kebudayaan yang terakhir adalah kebudayaan sebagai benda-benda hasi karya manusia yang disebut juga kebudayaan fisik karena merupakan total hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya dalam masyarakat. Kebudayaan ini adalah kebudayaan yang paling konkrit, dengan contoh dibangunnya candi-candi, pembuatan peralatan kebutuhan sehari-hari dan lain sebagainya.

Ketiga wujud kebudayaan tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena kebudayaan mengatur dan memberi arah pada tindakan, ide pikiran dan karya manusia. Pengertian kebudayaan sebagai sistem gagasan, sistem perilaku, dan hasil karya meliputi komponen kognitif dan normatif.

Komponen Kognitif berupa pengetahuan, kepercayaan dan metode. Pengetahuan meliputi informasi tentang hal yang nyata, seperti hutan, tanah, batu, lautan dan lain sebagainya, sedangkan kepercayaan adalah ide atau spekulasi tentang realitas fisik, sosial, spiritual yang tidak mudah didukung oleh fakta seperti hanya percaya terhadap Nyi Roro Kidul. Selanjutnya metode mengacu pada teknik yang diterapkan pada hal-hal yang nyata dan sosial sehingga dapat dikontrol .

Komponen Normatif meliputi nilai, norma, adat istiadat, kebiasaan, tabu, hukum, dan sanksi.
Nilai adalah apa yang dianggap sebagai sesuatu yang baik.
Norma yakni aturan-aturan berperilaku yang benar.
Adat istiadat (folkways) adalah norma-norma yang yang mengatur perikalu secara spesifik, mislanya mengetuk pintu sebelum masuk rumah.
Kebiasaan (mores) menyangkut tindakan yang benar atau tindakan yang salah.
Tabu (taboo) merupakan kebiasaan yang dianggap negatif.
Hukum yakni kode-kode formal dari perilaku yang menyangkut keseluruhan masyarakat.
Sanksi yakni imbalan yang memperkuat pelaksanaan adat, norma dan hukuman.

C Kluckholm dalam sebuah keterangan yang berjudul Universal Catagories Of Culture (1953) membagi unsur kebudayaan menjadi 7:

1. Bahasa yang meliputi bahasa lisan dan tulisan
2. Sistem pengetahuan
3. Organisasi sosial yakni sistem kekerabatan, organisasi politik, sisitem hukum, sistem perkawinan
4. Oranisasi keperluan hidup dan teknologi seperti pakaian, alat rumah tangga, senjata dan transportasi
5. Sistem mata pencaharian seperti pertanian, peternakan, sistem produksi dan distribusi
6. Sistem religi
7. Kesenian meliputi seni rupa, seni tari, seni sastra dan lain sebagainya.


Artikel terkait:
loading...

0 comments:

Post a Comment