Tuesday, 25 November 2014

Pola Kebudayaan Masyarakat

Pola Kebudayaan Masyarakat
Kebudayaan sangat melekat pada kehidupan masyarakat, dan perwujudan kebudayaan tersebut sangat bervariasi sesuai dengan kondisi masyarakat dan lingkungan dimana mereka tinggal. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kebudayaan yang kemudian berkembang menjadi budaya baru. Berdasarkan wujud dan isinya, kebudayaan dapat diartikan sebagai berikut:

1. Kebudayaan adalah produk dari interaksi sosial, melalui interaksi ide akan tersalurkan dan pola perilaku akan terbentuk.

2. Kebudayaan meliputi seluruh pengetahuan, ide, nilai, tujuan, dan objek material yang disebarkan oleh masyarakat secara turun-temurun.

3. Kebudayaan dipelajari oleh masyarakat melalui proses sosialisasi.

4. Kebudayaan menyediakan kebutuhan emosional dan biologis dari masing-masing anggota masyarakat.

5. Masing-masing masyarakat mengembangkan kebudayaan yang berbeda.

Proses kebudayaan

Mengingat kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kebudayaan, maka kebudayaan dalam perkembangannya selalu mengalami beberapa proses. Dilihat dari pola-pola kebudayaan, proses tersebut dibagi atas evolusi, difusi, dan akulturasi.


1. Evolusi
Dikenal pada akhir abad ke-19, merupakan pola perkembangan kebudayaan yang dimulai dari bentuk yang rendah sampai ke bentuk yang tinggi. Orang yang pertama menerapkan adalah H. Morgan, dia mengamati evolusi kebudayaan secara secara beruntun, mulai dari kekejaman, kebiadaban, hingga peradaban. Morgan berpendapat bahwa kemajuan kebudayaan sejalan dengan perkembangan teknologi, semakin meningkatnya kontrol manusia atas teknologi baru maka semakin berkembang kebudayaannya.
Pendekatan evolusi lain ditemukan oleh Julian Steward, yang menciptakan gagasan mengenai evolusi menurut garis lurus banyak atau evolusi multilinier. Pendekatan tersebut dibagi menjadi 3: (1) perkembangan teoritis evolusi kuno dan teori yang menganggap perkembangan evolusi menurut garis lurus, (2) pendekatan teoritis "relativitas kebudayaan" yang melihat perkembangan kebudayaan itu pada dasarnya berbeda dan mengidentifikasi ciri yang membedakan antara masyarakat satu dengan lainnya, (3) pendekatan evolusi multilinier, melihat adanya keteraturan persilangan kebudayaan yang berarti.

2. Difusi 
Perkembangan kebudayaan sebagai akibat dari proses difusi merupakan akibat migrasi manusia. Manusia melakukan migrasi dalam rangka mencari kehidupan yang lebih baik dari satu tempat ke tempat lain yang disertai pula dengan menyebarnya unsur-unsur kebudayaan. Biasanya dilakukan oleh para penyebar agama maupun pedagang.

3. Akulturasi
Akulturasi mengacu pada pengaruh satu kebudayaan terhadap kebudayaan lain. Antroplog klasik yaitu Redfield, Linton dan Herkovits menjelaskan akulturasi sebagai fenomena yang dihasilkan ketika dua kelompok yang mempunyai kebudayaan berbeda mulai melakukan kontak langsung, yang kemudian diikuti dengan perubahan pola kebudayaan asli salah satu atau kedua kelompok tersebut.

Sifat kebudayaan 

Dari banyaknya pola kebudayaan yang terjadi di masyarakat, mengakibatkan cara pandang masing-masing individu berbeda. Oleh karena itu masyarakat perlu memahami bahwa kebudayaan itu bersifat:

1. Variatif
Kebudayaan meliputi semua aspek yang terdapat dalam kehidupan manusia. Sehubungan dengan hal ini maka kebudayaan dibagi menjadi tujuh unsur: peralatan dan perlengkapan hidup, sistem mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, ilmu pengetahuan, kesenian dan religi.

2. Relatif (relativisme kebudayaan)
Kebudayaan yang bersifat umum dapat mengakibatkan terbentuknya budaya yang berbeda, yang tergantung pada pengalaman pendukung kebudayaan itu sendiri. Semua kebudayaan dalam tanda kutip baik atau tidak baik menurut etika estetika, mempunyai hak yang sama untuk dipelajari dan dihargai. Tidak ada kebudayaan yang lebih tinggi ataupun lebih rendah atau kebudayaan yang bagus atau tidak bagus, hal ini dikenal dengan relativisme kebudayaan.
Dengan berpatokan pada relativisme budaya sebagai tempat berpijak, yang ada hanya kebudayaan kompleks, yang dapat digunakan untuk beradaptasi dengan lingkungan asing. Relativisme budaya sendiri mengemban pesan bahwa kebudayaan pada setiap suku bangsa yang terwujud dalam kebudayaan mereka merupakan sesuatu yang luhur.

3. Universal
Beberapa aspek dari kebudayaan merupakan adat istiadat dan kegiatan yang umum pada masyarakat. 

4. Counter culture
Kelompok yang dengan sadar berusaha membuang kepercayaan, nilai, dan norma dari mayoritas. Counter culture inilah yang melahirkan sub-kebudayaan yaitu kelompok-kelompok yang kepercayaan, norma, dan nilai-nilainya berbeda dari mayoritas. Seperti fenomena homoseksual.

Artikel terkait:
Pengertian Kebudayaan
Perwujudan Kebudayaan
Hubungan Manusia dengan Kebudayaan
loading...

0 comments:

Post a Comment