Friday, 14 November 2014

Sejarah Hijab

Sejarah HijabBanyak versi yang berpendapat tentang sejarah munculnya hijab, pada zaman nabi dan rosul telah muncul pelindung bagi kepala dan rambut bagi para wanita mengingat menutup aurat hukumnya wajib termasuk rambut kepala. Seperti yang difrmankan oleh Allah dalam Al-Quran surah An Nuur, yang artinya sebagai berikut:

" Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah supaya kamu beruntung." (QS An Nuur:31)

Seiring berkembangnya zaman, model hijab semain berkembang disesuaikan dengan kebutuhan para muslimah. Dengan munculnya berbagai macam model hijab para muslimah dapat lebih percaya diri untuk mengenakan hijab. Semakin banyak variasi model hijab saat ini mendorong para muslimah untuk mengeksplor dan berinovasi tatanan hijab yang mereka kehendaki sesuai dengan situasi dan kondisi. Hal ini juga menjadi faktor pendorong banyak muslimah yang sebelumnya tidak berhijab menjadi tertarik untuk mengenakan hijab. Sebelum menelusuri perkembangan hijab, ada baiknya jika para muslimah mengetahui asal kata dan arti hijab itu sendiri.

Arti kata "Hijab" dalam bahasa arab berarti "penghalang", bagi beberapa negara arab dan negara barat hijab lebih diartikan sebagai kerudung yang dikenakan para muslimah, tetapi  berbeda dalam pandangan Islam yang berarti tata cara berpakaian yang sesuai dengan tuntunan Agama Islam. Sedangkan hijab yang sering kita kenal saat ini lebih kepada penutup kepala dan berkembang menjadi jilbab yang kita lihat sekarang ini. Hijab lebih terkenal di negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim dengan nama yang berbeda-beda pula. Di Iran disebut chador, di Libya milayat, di India dan Pakistan disebut pardehirak abaya, di Turki disebut chashaf, di Malaysia disebut tudung, sedangkan kata hijab digunakan di negara Arab-Afrika.

Terlepas dari apapun dan bagaimanapun penyebutan dari hijab itu sendiri, sebagia muslimah yang cerdas tetntunya kita harus bersikap sesuai dengan kayakinan yang telah kita pegang dan tidak saling menyalahkan satu sama lain.
Hijab dari masa kemasa  sudah melewati banyak perkembangan jika dikaitkan dengan sisi fashion. Sedangkan sebutan hijab lebih dipopulerkan oleh perkembangan model dan gaya bebusana yang dipublikasikan di dunia maya. Jilbab (sebutan zaman dulu) lebih sederhana dan dibiarkan apa adanya, sedang hijab kesan fashionnya lebih terasa.

Saat ini hijab memiliki ciri fashion yang lebih kuat dibandingkan jilbab sebagai pendahulunya. Sebelum berkembangnya dunia fashion muslimah dalam 3-4 tahun terakhir, jilbab terkesan lebih sederhana dan apa adanya. Sementara hijab masa kini, lebih dapat mengeksplor dengan cara mengkreasikan berbagai model hijab.
Dengan munculnya hijab seperti sekarang ini para muslimah sudah tidak perlu merasa minder atau bahkan malu untuk mengenakan hijab. Masih dapat berkarya sesuai dengan bidang masing-masing. 
loading...

0 comments:

Post a Comment