Sunday, 23 November 2014

Sejarah Seni Rupa Indonesia

Sejarah Seni Rupa Indonesia
Sejarah seni rupa di Indonesia tidak dapat diuraikan tanpa mengaitkan dengan sejarah perkembangan budayanya, keduanya saling mengikat satu sama lain. Seni rupa merupakan bagian dari budaya, begitupun sebaliknya di dalam proses berkesenian tidak dapat lepas dari budaya itu sendiri. Oleh karena itu perkembangan sejarah seni rupa dibagi menjadi beberapa bagian, seni rupa pra-sejarah, seni rupa hindu budha, seni rupa islam, dan seni rupa modern.

1. Seni Rupa Pra-Sejarah

Dilihat dari segi arkeologis, seni rupa zaman pra-sejarah di bagi mulai dari zaman batu, zaman logam dan zaman batu besar.
-Zaman Batu
Karya seni rupa yang ditemukan meliputi seni bangunan, seni kerajinan, seni lukis, seni patung. Semua karya masih kurang sempurna mengingat alat dan bahan masih sangat sederhana serta pengetahuan manusia masih terbatas. 
-Zaman Logam 
Zaman logam menghasilkan kerajinan dari perunggu seperti genderang, kapak, bejana, dan patung. Pada saat itu manusia mampu membuat ornamen berbagai corak seperti corak monumental, dongson, dan chou akhir.
-Zaman Megalithikum (batu besar)
Peradaban manusia lebih maju dengan bertambahnya pengetahuan, terlihat dari hasil karya yang semakin bervariasi. Contohnya Menhir, Dolmen, Sarkofagus, Kubur batu, Punden berundak dan Arca.
Seni rupa pada masa pra-sejarah memiliki ciri-ciri yang besifat sakral, profan, tradisional, feodal, dan terbuka.

2. Seni Rupa Hindu Budha

Manusia sudah memiliki keahlian dalam bidang pertanian, membuat senjata, menuang logam, membuat bangunan, sistem ukur, navigasi, dan sistem pemerintahan. Dalam bidang seni sendiri, pada zaman hindu-budha bangsa Indonesia telah mengembangkan beberapa kerajinan, diantaranya batik, wayang, gamelan, dan seni pahat yangt dipengaruhi budaya India. Karya seni yang dihasilkan berupa bangunan candi, pura, dan puri, seperti candi borobudur, prambanan, badut, tikus dan candi-candi lain. 

a. Hiasan Arsitektural yakni hiasan yang bersifat 3 dimensi yang membentuk struktur bangunan candi, contohnya:
- Hiasan mahkota pada atap candi
- Hisana menara sudut pada setiap candi
- Hiasan motif kala (Banaspati) pada bagian atas pintu
- Hiasan makara, simbar filaster, dan sebagainya

b. Hiasan bidang yakni hiasan bersifat dua dimensi yang terdapat pada dinding/bidang candi, contohnya
- Hiasan dengan cerita candi Hindu yakni Mahabarata dan Ramayana
- Hiasan flora dan fauna
- Hiasan pola geometris
- Hiasan makhluk khayangan

3. Seni Rupa Islam

Perkembangan seni rupa islam berbeda dengan perkembangan pada zaman hindu-budha yang tahap perkembanganya dapat dibagi berdasarkan segi politik dan kebudayaan, karena hal tersebut sulit diterapkan dalam islam. Agama islam di bawah oleh para pedagang dari India, Persia dan China, yang menyebarkan ajaran islam sekaigus memperkenalkan kebudayaan masing-masing sehingga muncul akulturasi budaya. Agama islam diperkenalkan oeh para mpu sebagai sarana untuk mengapdi kepada raja/sultan, sedangkan para Wali berperan dalam mengembangkan  seni di masyarakat dengan media dakwah. Seni rupa pada zaman islam memiliki ciri sebagai berikut:
-Bersifat feodal, yaitu kesenian yang bersifat di istana sebagai media pengabdian kepada Raja/sultan.
-Bersumber dari kesenian pra Islam (seni prasejarah dan seni Hindu Budha).

Karya seni rupa yang dihasilkan pada zaman islam meliputi:

a. Seni Bangunan
-Masjid, pembangunan masjid masih dipengaruh hindu yang terlihat pada bagian atas masjid dengan bentuk limas bersusun ganjil. Contohnya atap masjid Agung Demak dan Masjid Agung Banten.
-Istana/ keraton berfungsi sebagai tempat tinggal Raja sekaligus pusat pemerintahan, serta kegiatan agama dan budaya. 
-Makam, pengaruh seni prasejarah tampak pada bentuk makam seperti punden berundak. Sedangkan pengaruh hindu tampak pada nisannya yang diberikan hiasan motif gunungan atau motif kala makara. Adapun pengaruh dari Gujarat India yaitu pada makam yang beratap sungkup.

b. Seni Hias dan  Seni Kaligrafi
Seni hias islam mempunya ciri tersendiri, yakni dengan menghindari penggambaran makhluk hidup secara realis, yang kemudian dibuat stilasi (digayakan) atau deformasi (disederhanakan) dengan bentuk tumbuh–tumbuhan. Seni hias yang kemudian diterapkan pada seni kaligrafi. Seni kaligrafi atau seni khat adalah seni tulisan indah, yang dalam agama Islam menggunakan bahasa arab yang disebut dengan "Khot" sebagai bentuk simbolis dari rangkaian ayat – ayat suci Al – Qur’an. 
-Kaligrafi terapan berfungsi sebagai dekorasi/hiasan
-Kaligrafi piktural berfungsi sebagai pembentuk gambar
-Kaligrafi ekspresi berfungsi sebagai media ungkapan perasaan

4. Seni Rupa Modern
Seni rupa modern indonesia terbagi atas beberapa masa, yakni:

a. Masa Perintis Seni Rupa Baru Indonesia
Raden Saleh(1811 -1880) adalah tokohnya, orang pribumi yang mampu melukis dengan gaya barat, baik dari segi alat, media maupun teknik dengan penggambaran yang natural. Raden Saleh banyak mendapat bimbingan dari pelukis Belgia Antonio Payen, pelukis Belanda A. Schelfhouf dan C. Kruseman di Den Haag.
Karya-karya Raden Saleh mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 
-Bergaya natural dan romantisme
-Kuat dalam melukis potret dan binatang
-Pengaruh romantisme Eropa terutama dari Delacroix.
-Pengamatan yang sangat baik pada alam maupun binatang   

b. Masa Seni Lukis Hindia Molek (1920-1938)
Julukan "Hindia Molek" diberikan oleh S.Sudjojono karena yang dilukiskan hanya keindahan alam saja. Setelah kematian Raden Saleh yang hampir setengah abad, Indonesia mengalami mati suri dalam perjalanan seni rupa yang akhirnya memberikan dampak. Dampak  negatif karena dianggap mengalami kemunduran dengan jumlah seniman yang sedikit dan penyempitan tema yaitu terbatas pada keindahan alam. Dampak  positif  yakni banyak pelukis yang  melukiskan keindahan alam Indonesia, otomatis  mengangkat nilai apresiatif (penghargaan) terhadap  keindahan 
alam Indonesia yang  sangat  dikagumi oleh  seniman  pribumi  dan eropa.

c. Masa Persagi (Persatuan Ahli Gambar Indonesia)
Tujuan dari kelompok persagi adalah untuk mencari corak seni yang baru, pemahaman melukis  tidak  hanya  pemandangan sawah, sungai, pantai dan gadis cantik.  artinya membuat karya seni sesuai  dengan realita  yang ada tanpa membaguskan objek. Tokoh yang aktif sekaligus penggerak Persagi adalah S. Sudjojono, melalui tulisan-tulisannya yang dimuat di majalah dan surat kabar. Seni lukis sebagai salah satu unsur kebudayaan suatu bangsa dengan sendirinya seharusnya  mengungkapkan  corak yang cocok  dengan watak  bangsa itu dan menganjurkan kepada para pelukis untuk mempelajari kehidupan rakyat jelata di kampung-kampung dan di desa-desa.Tokoh lainnya seperti Otto Djaja, Suromo, G.A. Soekirno.

d. Masa Pendudukan Jepang
Pada masa pendudukan jepang, seni rupa tidak begitu terlihat perkembangannya. Hanya saja pada saat itu Jepang mendirikan KEIMIN BUNKA SHIDOSO, Lembaga Kesenian Indonesia–Jepang yang pada dasarnya lebih mengarah pada kegiatan propaganda Jepang. Kemudaian tahun 1943 Bung Karno, Bung Hatta, Ki Hajar Dewantara dan KH Mansur mendirikan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) dengan tujuan memperhatikan dan memperkuat perkembangan seni dan budaya. Tokoh utama pada masa ini antara lain:
S. Sudjojono, Basuki Abdullah, Emiria Surnasa Agus Djajasumita, Barli dan Affandi.

e. Masa Pendirian Sanggar-sanggar
Pertumbuhan seni rupa berjalan terus hingga tahun 1950 dengan munculnya lembaga pendidikan kesenian formal seperti Akademi Seni Rupa (ASRI) Yogyakarta dan Balai Perguruan Tinggi Guru Gambar bagian Seni Rupa ITB. Sekitar tahun 1975, muncul karya - karya seni rupa baru yang tidak lagi dapat disebut sebagai seni lukis dalam arti umum dan merupakan sikap pemberontakan terhadap kemapanan seni dan seniman yang ada. Ha tersebut disambut dengan tanggapan kurang positif, bahkan cemoohan oleh para seniman, masyarakat dan pemerhati seni.
Karya-karya seni rupa baru cenderung bersifat eksperimental atau memberi pengalaman baru dari apa yang telah ada dengan maksud memenuhi tuntutan zaman dan situasi yang berkembang. Seniman dalam grup ini adalah Harsono, Nanik Mirna, Siti Adiyati Subangun, Ris Purwono, S. Prinka, Bonyong Munni Ardhi, dan Jim Supangkat.

Itulah perkembangan sejarah seni rupa yang terbagi atas seni rupa zaman pra-sejarah sampai seni rupa modern. Pada masing-masing masa memiliki ciri dan sifat masing-masing dengan menghasilkan karya yang berbeda-beda pula. 
loading...

6 comments:

  1. Informasi yang luar biasa sekali sobat...
    Saya juga ingin berbagi dengan sahabat-sahabat seni..
    berikut ini ada link tentang legeandaris Leonardo Da Vinci secara lengkap..
    semoga bermanfaat :)


    http://senibudayasenirupaa.blogspot.com/2015/02/leonardo-da-vinci.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. siiiiiiip, thanks mas Agus...semoga seni khususnya seni rupa semakin berkembang!..dan terimah kasih telah mampir ke blog saya!.,,saling tukar informasi tentang seni yach!...terus berkarya dan salam BUdaya

      Delete