Tuesday, 9 December 2014

Jenis Bahan Hijab

Sebagai seorang muslimah khususnya yang berhijab tentunya memiliki dan bahkan mengoleksi beberapa hijab dengan berbagai jenis model. Mulai dari hijab yang langsung bisa dipakai, kerudung paris, pashmina, segiempat dengan berbagai macam warna dan motif dan tekstur bahannya.  Tetapi apakah pernah berfikir jenis bahan yang digunakan untuk membuat hijab. Mengetahui bahan hijab juga perlu diketahui untuk bagaimana cara merawat dan menggunakannya secara benar. Berikut berbagai macam bahan hijab yang biasanya digunakan.

Jenis Bahan Hijab
(c) bahasa.aquila-style.com
1. Shiffon
Bahan yang satu ini sangat popular di kalangan hijabers. Karakteristik bahan yang tipis, lembut, licin dan sedikit berkilau, membuat kerudung jenis ini banyak digunakan untuk acara-acara penting seperti wedding, wisuda, atau ke pesta. Saat ini bahan shiffon tidak hanya ditemukan pada jenis hijab pashmina, melainkan pada hijab segiempat dan hijab langsung pakai. Untuk mengenakan jenis hijab chiffon ini diperlukan inner atau dalaman untuk memudahkan mengkreasikan hijab mengingat sifat bahannya yang licin.

2. Katun Paris                                                                                            
Tidak kalah dengan shiffon, jenis hijab yang satu ini banyak digunakan para muslimah. Modelnya yang sederhana sangat cocok untuk digunakan semua kalangan mengingat harganya yang terjangkau. Dapat dipakai dalam acara formal atau sekedar untuk santai di rumah. Bahan hijab jenis ini terbuat dari katun dengan pilihan model yang beragam.

3. Lycra
Jenis hijab ini terbuat dari bahan yang sangat lentur dan tidak menimbulkan rasa panas sehingga nyaman untuk digunakan. 

4. Rajut
Hijab rajut identik dengan hijab berbahan serat wool yang biasanya terdapat pada selendang atau pashmina. Serat wool yang digunakan sangat tipis dan tidak terlalu besar seperti sweater, sehingga mudah untuk dikreasikan menjadi berbagai model hijab. 

5. Polyspun                                                                                              
Hijab jenis polyspun merupakan hijab dari bahan serat sintetis (polyester) dengan proses pemintalan. Bahannya tidak mudah kusut serta cepat kering jika terkena air. Bahan ini lebih bagus daripada katun paris karena lebih lembut dan mudah digunakan.

6. Silk
Jenis hijab silk juga banyak digunakan para muslimah untuk acara pesta. Namun kekurangan dari kerudung bahan silk ini adalah mudah kusut dan luntur sehingga perawatannya juga harus hati-hati agar bisa tahan lama.

Tips merawat hijab


1. Jangan menggunakan jarum pentul, peniti, bros atau anting hijab secara asal-asalan. Gunakan dengan sangatn hati-hati mengingat benda-benda tersebut tajam dan bisa melukai kulit. Pilih jarum atau peniti yang mempunyai ujung tajam sehingga tidak merusak serat kain hijab.

2. Jangan merendam hijab terlalu lama dengan menggunakan deterjen yang berlebihan saat mencuci. Hal tersebut akan membuat hijab menjadi cepat rusak, khususnya warnanya yang akan luntur dan terlihat kusam.

3. Jika menjemurnya jangan langsung terkena sinar matahari, cukup dengan mengainkan-anginkan saja.

4.Jangan sering menyeterika hijab jika tidak perlu atau akan digunakan, hal tersebut akan menjadikan hijab semakin tipis. Gunakan pengaturan khusus pada seterika untuk meyeterika hijab.

5.Taruh hijab ditempat yang nyaman dengan tidak berjamur dan lembab.
loading...

0 comments:

Post a Comment