Sunday, 28 December 2014

Jenis Penilaian Menurut Fungsinya

Jenis Penilaian Menurut FungsinyaPenialian yang ditujukan untuk memperoleh informasi tentang nilai hasil belajar  peserta didik memang mempunyai peranan yang sangat penting. Jenis penilaian sangat bervariasi sesuai dengan prosedur penilaianKegunaan penilaian tidak lepas dari fungsi penilaian itu sendiri, oleh karena itu jenis penilaian dapat dibagi menurut fungsinya, yakni sebagai berikut: 

1.Fungsi Formatif
Penilaian yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Misalkan setiap kali menyelesaikan satu satuan bahan ajar dengan cara tes tertulis atau lisan untuk ilmu pengetahuan dan penilaian non-tes untuk mata pelajaran seni khususnya seni rupa.  Nilai model ini dapat memberikan informasi kepada guru tentang tingkat kemampuan rata-rata kelas dan kemampuan masing-masing siswa dalam pembelajaran. Hal tersebut dapat dijadikan umpan balik bagi pendidik maupaun peserta didik, artinya bagi pendidik difungsikan untuk memperbaiki pembelajaran, sedangkan bagi peserta didik difungsikan untuk memperbaiki cara dan usaha belajarnya. Pada umumnya fungsi formatif juga digunakan untuk acauan penilaian semester dengan mengadakan pre-tes dan pos-tes.
  • Pre-tes adalah penilaian yang diadakan sebelum proses pembelajaran berlangsung yang bertujuan untuk menjajaki kemampuan peserta didik.
  • Pos-tes merupakan penilaian yang diadakan seteah proses pembelajaran yang bertujuan untuk menguji kemampuan hasil belajar siswa setelah melalui proses pembelajaran.
2. Fungsi Sumatif
Penilaian yang dilakukan pada akhir program pengajaran, seperti semester dan akhir tahun ajaran. Nilai yang dapat memberi informasi tentang tingkat kemampuan  yang berkaitan dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai tujuan pembelajaran yang telah dicapai oleh masing-masing peserta didik dan biasanya digunakan untuk acuan niali raport. Istilah sumatif  dalam praktik dikembangkan menjadi dua, yakni Sumatif yang diterapkan pada penilaian akhir tahun ajaran dan Sub-Sumatif yang digunakan untuk penilaian akhir semester.

3. Fungsi Diagnostik
Penilaian yang difungsikan untuk mengungkap kesulitan–kesulitan belajar dengan cara memberikan tes pada peserta didik, dapat dilakukan di awal, selama atau akhir proses pembelajaran berlangsung. Dengan diketahuinya beberapa kesulitan yang dialami peserta didik, maka program perbaikan atau tindak lanjut dapat dilakukan dengan maksud untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Selain itu dapat digunakan untuk mempersiapkan kemampuan prasarat atau dasar yang akan dicapai sebagai titik awal pembelajaran yang dimulai.

4. Fungsi Selektif
Penilaian yang difungsikan untuk memilih siswa karena alasan tertentu. Misalnya untuk menyeleksi masukan siswa untuk disesuaikan dengan kapasitas ruangan, tempat duduk dan fasilitas yang tersedia. Dapat juga difungsikan untuk menyaring siswa berkemampuan khusus.

5.Fungsi Motivatif
Setiap penilaian yang diadakan dalam proses pembelajaran berfungsi sebagai motivasi bagi peserta didik untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki.  
loading...

0 comments:

Post a Comment