Friday, 26 December 2014

Pengertian Penilaian Pada Mata Pelajaran Seni Budaya

Pengertian Penilaian Pada Mata Pelajaran Seni BudayaPenilaian adalah proses menentukan nilai pada suatu proses pembelajaran, dalam proses pembelajaran terdapat dua fihak yang terlibat di dalamnya. Pertama subjek yang melakukan penilaian (dalam hal ini pendidik) dan objek yang dijadikan sasaran penilaian  adalah hasil belajar dan kemampuan peserta didik. 
Jenis penilaian sangat bervariasi sesuai dengan kebutuhan dan sudut pandang cara penilaian. Oleh karena itu seorang pendidik perlu memahami secara detail prinsip-pinsip penilaian yang sangat berpengaruh dalam menentukan suatu nilai.
Hasil Belajar adalah tingkah laku peserta didik yang telah berubah akibat interaksinya dengan lingkungan. Jika lingkungan belajar berupa pengetahuan seni, maka tingkah laku yang berubah berupa kemampuan dalam bidang seni sesuai dengan sistem pendidikan seni. Demikian pula jika lingkungan itu berupa apresiasi seni, maka perubahan tingkah laku akan berupa kemampuan menjelaskan nilai artistik suatu objek seni menjadi kemampuan menikmati karya seni.

Nilai yang ditentukan dalam proses penilaian dengan berupa angka atau huruf menunjukkan seberapa tinggi tingkatan/mutu sasaran penilaian. Misalkan angka 10 atau huruf A menunjukkan nilai tertinggi, sedangkan angka 1 atau huruf E menunjukkan nilai terendah. Penilaian terhadap karya seni seringkali mengundang permasalahan, sebab karya seni merupakan hasil ciptaan, mengedepankan kebaruan, tunggal, asli dan jati diri penciptanya dipertahankan keberadaanya seperti pada bidang seni rupa dan jenis seni yang lain.  
Hal tersebut mengakibatkan pemberian nilai suatu karya seni dipandang sebagai suatu pelecehan hak asasi penciptanya. Sekalipun setiap karya seni merupakan hasil kegiatan berkesenian dan proses pembelajaran, maka hasil belajarnya dapat disebut Hasil Belajar Seni. Karena hasil belajar tersebut merupakan indikasi tingkat kemajuan belajar. 

Prinsip penilaian dalam mata pelajaran Seni Budaya dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan, yakni dengan memandang dari sisi kreasi dan apresiasi seni. Dalam hal ini peserta didik tidak hanya dituntut untuk menciptakan suatu karya seni, akan tetapi juga dituntut untuk belajar mengapresiasi hasil karya seni sendiri maupun orang lain. Mengapresiasi seni yang dimaksud yakni belajar untuk mengidentifikasi dan menghargai sebuah karya seni termasuk memberikan pendapat pribadi akan karya tersebut. 
Oleh karena itu, penilaian pada mata pelajaran Seni Budaya sedikit berbeda dengan mata pelajaran lain karena menyangkut dengan hasil karya pribadi, rasa senang atau tidak senang terhadap karya, ekspresi yang memang tidak dapat dipatokkan pada sebuah angka atau huruf. 
loading...

0 comments:

Post a Comment