Wednesday, 24 December 2014

Teori Warna

Warna merupakan sesuatu tidak asing terdengar di telinga, warna yang dengan sebutan merah, kuning, biru, hijau, orange dan sebagianya itu mugkin hanya diketahui bentuk luarnya. Di balik penyebutan warna yang bermacam-macam, di dalamnya terdapat tori-teori warna yang berhubungan dengan sifat masing-masing warna tersebut. Teori warna bagi sebagian orang memang tidak terlalu penting untuk di ketahui, akan tetapi tidak jarang juga yang ingin mengetahui karakter dan sifat masing-masing warna, yakni dengan penjelasan berikut ini. 

Sifat warna

1.Value
Value merupakan istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna. Untuk mengubah value, misalnya dari merah normal ke merah muda dapat menggunakan cara menambah putih atau mempercair warna hingga memberi kesan terang. Sedangkan untuk memberi kesan gelap misalnya merah pekat dapat dicapai dengan menambah warna hitam. Value yang terdapat pada pertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value, sedang yang berada dibawahnya disebut low value. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang.

-Tints 
Merupakan sebuah warna putih yang terbentuk ketika ditambahkan ke rona. Sifatnya sangat terang (tipis) yang terkadang disebut dengan pastel.Tints sering digunakan untuk membuat desain feminin atau yang lebih ringan. Mereka juga bekerja dengan baik dalam desain vintage. 

-Shades
Sebuah bayangan hitam yang terbentuk ketika ditambahkan pada rona untuk membuatnya lebih gelap. Kata ini sering disalahgunakan untuk menggambarkan warna atau value, akan tetapi hanya berlaku untuk warna-warna yang dibuat lebih gelap dengan penambahan hitam. Dalam desain, warna yang sangat gelap terkadang digunakan sebagai pengganti hitam dan dapat berfungsi sebagai warna netral.

-Tones 
Digunakan ketika abu-abu ditambahkan pada rona, pada umumnya tampak lebih lembut daripada warna murni. Value dengan warna abu-abu dapat melambangkan kecanggihan atau elegan.

2.Hue
Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari sebuah warna, seperti merah, biru, kuning, hijau, coklat, ungu, jingga, dan warna lainnya. Perbedaan antara merah dengan biru, atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue.

3.Kroma (Chroma) 
Kroma mengacu pada kemurnian suatu warna, disebut juga Intensity yakni istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna, kualitas atau kekuatan warna. Warna yang intensitasnya penuh terlihat sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas, begitu pula kebalikannya warna yang intensitasnya rendah terlihat lebih lembut. 



Tipe Warna 
Warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni:

- Monokromatik
Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna, misalkan urutan dari biru tua sampai ke biru yang paling muda.

- Komplemeter
Warna komplementer yakni dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadapan dan memiliki kekuatan berimbang, misalnya kuning kontras ungu, biru kontras jingga, dan merah kontras hijau.

- Analogus
Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna, misalnya urutan dari biru, biru kehijauan, hijau, hijau kekuningan, dan kuning. 

Istilah Dalam Warna

Gelap dan Terangnya warna
Pada umumnya warna-warna yang mengarah ke ungu atau biru dapat dikelompokan sebagai warna gelap. Sedangkan warna yang mengarah ke warna kuning atau merah dikelompokan sebagai warna terang.

-Panas dan Dinginnya warna
Warna terang pada dasarnya sama dengan warna panas, dan warna gelap dapat dikelompokan sebagai warna dingin. Pengaruh rasa panas dan dingin dari warna adalah akibat panjang gelombang rambatan masing-masing. Dalam ilmu fisika: panjang gelombang warna merah, lebih panjang daripada panjang gelombang warna ungu. Dengan demikian warna merah akan lebih cepat sampai pada penglihatan manusia jika dibanding dengan warna ungu atau biru.
loading...

0 comments:

Post a Comment