Sunday, 15 May 2016

Macam Gaya Tata Rias Pengantin Adat Jawa

Dari berbagai macam gaya tata rias pengantin di Indonesia memiliki adat dan kekhasan masing-masing daerah termasuk riasan adat Jawa. Riasan pengantin khas jawa memiliki cirikhas tata rias tersendiri yakni riasan hitam di bagian dahi pengantin perempuan. Selain itu berbagai macam gaya tata rias pengantin dan busana yang digunakan memiliki filosofi masing-masing. Hal tersebut disebabkan karena adat jawa identik dengan kepercayaan-kepercayaan tertentu yang masih melekat sampai saat ini. Riasan pengantin adat jawa dan busana yang digunakan memang terlihat sama jika dilihat secara keseluruhan. Akan tetapi jika diperhatikan dengan detail, pasti terdapat perbedaan meskipun hanya sedikit. Berikut ini beberapa macam gaya tata rias pengantin adat jawa yang biasa digunakan saat pernikahan. 

Filosofi Riasan Hitam pada Pengantin Jawa

Riasan hitam yang dalam bahasa jawa disebut "paes" mempunyai makna tersendiri yakni memiliki 4 lekukan berupa gajahan/penunggul, pengapit, penitis, dan godheg. 
1. Gajahan 
Gajahan menggambarkan sesuatu yang baik, yakni untuk meninggikan derajat wanita dan selalu dihormati.
2. Pengapit 
Sebagai lambang pendamping yang terletak dibagian samping kanan dan kiri dari gajahan yang berguna sebagai pengontrol. Simbol tersebut diharapkan supaya tidak ada halangan dalam menjalani rumah tangga.
3. Penitis
Dalam bahasa jawa disebut "titis" yang artinya tepat sasaran. Artinya seorang istri harus memiliki kecerdasan dalam mengatur segala kebutuhan dengan tepat sasaran seperti mengatur anggaran belanja.
4. Godheg
Terletak di bagian paling pinggir yang bermakna bahwa berumah tangga berbeda dengan hidup lajang yakni menjalani hidup berdua. Keduanya harus selalu menginstropeksi diri masing-masing untuk melakukan sesuatu dengan benar dan tidak gegabah yakni berfikir sebelum bertindak.  

Macam Gaya Tata Rias Pengantin Jawa

1. Riasan Yogya Putri
Salah satu gaya tata rias pengantin khas jawa yang digunakan yakni Yogya Putri. Riasan dengan cirikhas bagian rambut belakang disanggul dan memakai cunduk dan pelat gunungan di bagian atas rambut. Pada bagian bawah gunungan plat ditambahkan bunga melati dan hiasan pada kanan kiri, dilengkapi dengan bunga seperti warna merah. Riasan hitam di bagian dahi menggunakan pinggiran warna emas. Untuk mempercantik telinga dan leher ditambahkan anting dan kalung serta aksesoris di bagian lengan. Untuk busana pengantin menggunakan kain batik atau jarik yang dikreasikan sedemikian rupa dan diikat di bagian atas perut. Selain itu pada bagian tengah ditambahkan selendang yang dijulurkan dari atas ke bawah dengan tambahan aksesoris di bagian pinggang. 

Macam Gaya Tata Rias Pengantin Adat Jawa

Untuk mempelai pria menggunakan penutup kepala seperti mahkota raja dengan hiasan anting bunga yang menjulur ke bawah. Untuk memperindah bagian dada ditambahkan kalung panjang dan kalung plat seperti pengantin perempuan. Busana pengantin pria digunakan dari bagian perut dengan menggunakan kain dan aksesoris yang sama dengan pangantin perempuan. Selain itu aksesoris berupa keris juga ditambahkan dan diletakkan di bagian belakang dengan tambahan rangkaian bungan melati pada keris. 

Macam Gaya Tata Rias Pengantin Adat Jawa

2. Riasan Yogya Paes Ageng
Riasan dengan gaya Paes Ageng hampir sama seperti Yogya Purti, hanya saja rambut pengantin perempuan dibiarkan menjuntai ke bawah seperti pada tampilan riasan di bawah ini. Saat ini penggunaan busana pengantin adat jawa telah mengalami sedikit perubahan seperti penggunaan kebaya panjang. Riasan seperti ini memang tidak harus menggunakan kain yang dibalutkan seperti pada gaya yogya putri. Masing-masing pengantin dapat menentukan busana yang akan digunakan. 

Macam Gaya Tata Rias Pengantin Adat Jawa

3. Riasan Yogya Jangan Menir
Gaya riasan Yogya Jangan Menir biasa menggunakan busana tanpa menggunakan dodot. Riasan ini tidak banyak berbeda dengan 2 macam riasan di atas, hanya saja yang berbeda yakni penggunaan busana tambahan yakni busana warna coklat seperti yang terlihat pada gambar. Tidak berhenti sampai di situ, dengan adanya hijab yang menjadi tren busana saat ini, penggunaan hijab pada riasan pengantin adat jawa juga dapat direalisasikan. Inner hijab hitam dapat digunakan sebagai penutup kepala dengan tampilan riasan tetap seperti semula. Oleh karena itu dengan menggunakan hijab pada riasan pengantin adat jawa, perlu adanya penyesuaian busana yang digunakan. 

Macam Gaya Tata Rias Pengantin Adat Jawa

4. Riasan Solo Bahasan
Selain gaya Yogya, gaya tata rias pengantin jawa juga menggunakan riasan Solo. Riasan yang memiliki perbedaan pada paesnya, paes solo tidak menggunakan pinggiran warna emas yakni hanya menggunakan warna hitam. Crikhas lain dari riasan solo yakni pengantin perempuan biasa memakai kemben, kain dodot, dan sampur. Selain itu dalam proses ritual tertentu pengantin juga menggunakan kain abrit atau kain warna merah. Seperti yang terlihat pada contoh gambar di bawah ini. Riasan pada dahi atau paes dibentuk pada bagian godheknya menjadi lebih lebar yang berbeda dengan gaya jogya. Pembentukan biasa memanfaatkan rambut yang dibentuk sedemikian rupa menggunakan bahan tertentu. Untuk bagian atas paes hanya menggunakan aksesoris dengan ukuran lebih kecil dan bentuk yang berbeda dengan gaya jogya. Cunduk yang digunakan juga lebih banyak yang berjumlah 9 dengan aksesoris bunga melati. Bunga melati diletakkan di atas sanggul secara memutar mengikuti bentuk sanggul dan menutupi bagian sanggul di belakang. Bagian lain dari bunga melati dijulurkan ke kanan untuk bagian yang lebih panjang dan bagian kiri untuk bagian yang lebih pendek. 

Macam Gaya Tata Rias Pengantin Adat Jawa

Pemilihan busana juga disesuaikan dengan penggantin seperti halnya gaya Yogya. Dapat langsung menggunakan busana tambahan seperti gambar di atas atau hanya menggunakan kain seperti pada gambar di bawah ini. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing dan tidak akan mengurangi kesan sakral dalam pernikahan menggunakan adat jawa. Selain itu gaya solo juga dapat menggunakan hijab bagi pengantin hijaber. 

Macam Gaya Tata Rias Pengantin Adat Jawa

5. Riasan Solo Putri
Riasan Solo Putri memiliki cirikhas yang hampir sama dengan Solo Bahasan, yakni menggunakan riasan hitam pekat di bagian dahi. Gaya rambut yang digunakan yakni gaya ukel besar dengan tambahan aksesoris bunga melati dan cunduk sisir serta cunduk pentul di bagian atas kepala. Untuk busana biasa menggunakan kain beludru hitam dengan tambahan benang warna emas. Hiasan benang emas dibentuk menjadi berbagai macam kreasi seperti suluran atau bunga. Seperti yang terlihat pada contoh di bawah ini, riasan kepala sama seperti riasan solo bahasan dan tidak ada yang membedakan keduanya. Hal yang berbeda yakni bentuk kalung yang digunakan, ukuran kalung lebih kecil dan lebih simple. Hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan busana yang digunakan, busana memiliki motif atau bordir yang lebih lebar. 

Macam Gaya Tata Rias Pengantin Adat Jawa

Kain beludru tidak harus menjadi busana yang dipilih pengantin, mereka dapat menentukan model busana seperti pada gambar di bawah ini. Alternatif pilihannya yakni busana warna putih dengan model kebaya seperti busana kain beludru. Kebaya panjang degan bawahan batik yang disesuaikan dengan atasan. Untuk busana pengantin laki-laki juga dapat menyesuaikan seperti pada busana yang menggunakan kain beludru. 

Macam Gaya Tata Rias Pengantin Adat Jawa

Itulah beberapa macam gaya tata rias atau riasan pengantin adat jawa dengan cirikhasnya masing-masing. Oleh karena itu sangat perlu mengetahui berbagai gaya riasan sebelum menentukan riasan yang akan digunakan pada saat pernikahan. Semoga dapat memberikan informasi dan inspirasi bagi yang membutuhkan. 
loading...

0 comments:

Post a Comment