Sunday, 22 May 2016

Tutorial Rias Pengantin Khas Jawa Terbaru

Dalam riasan pernikahan, masing-masing daerah memiliki cirikhas riasan tersendiri termasuk riasan pengantin khas Jawa. Riasan hitam pada dahi menjadi cirikhas riasan pengantin khas jawa dan memiliki 2 jenis bentuk yakni khas Yogya dan Solo. Jika dilihat sekilas, tampilan keduanya hampir sama akan tetapi memiliki peredaan. Dalam merias pengantin khas jawa diperlukan teknik khusus dalam mengaplikasikan make up serta ketelitian khususnya dalam membuat riasan hitam atau "paes" yang terdapat pada dahi. Berikut ini beberapa langkah atau tortorial riasan pengantin khas jawa terbaru yang dapat diaplikasikan.

Riasan Pengantin Jawa Khas Yogya

Riasan pengantin khas jawa Yogya memiliki ciri-ciri berikut ini:
1. Terdapat tambahan warna pada pinggiran dengan warna emas pada riasan hitam. Selain itu di dalam riasan terdapat hiasan warna emas dengan bentuk sedemikian rupa.
2. Hiasan di atas kepala menggunakan sepasang aksesoris berbentuk melengkung dan keatas yang diletakkan pada bagian terdepan. 
3. Rangkaian bunga melati diletakkan di belakang aksesoris.
4. Terdapat mahkota di depan hiasan srendul.
5. Riasan rambut di bungkus dengan rangkaian bunga melati dan ujungnya dibiarkan menjulur ke bawah.

Tutorial Rias Pengantin Khas Jawa Terbaru

Riasan Pengantin Khas Jawa Solo

Tidak jauh berbeda dengan riasan khas Yogya yakni dengan memiliki ciri khas seperti berikut ini:
1. Riasan hitam atau paes tidak ditambahkan pinggiran emas seperti pada riasan Yogya.
2. Aksesoris di kepala mempunyai ukuran yang lebih kecil dan simple. 
3. Pada bagian kanan dan kiri depan, rambut dibentuk menjadi melengkung dan terlihat bervolume.
4. Rangkaian bunga melati diletakkan di belakang rambut yang dibentuk dengan tanpa tambahan mahkota, melainkan hanya srendul dengan ukuran yang lebih besar. 
5. Rambut bagian belakang dimasukkan ke dalam sanggul dan dibungkus dengan rangkaian bunga melati. 

Tutorial Rias Pengantin Khas Jawa Terbaru

Tutorial Rias Pengantin Khas Jawa

1. Mengetahui bentuk dan karakter wajah
Langkah pertama yang harus dilakukan oleh perias pengantin yakni mengetahui bentuk dan karakter wajah calon pengantin. Hal tersebut sangat penting dan berguna untuk proses proses merias. Jika mengetahui bentuk dan karakter wajah calon pengantin, maka hasil riasan akan terlihat maksimal. Bentuk dan karakter wajah masing-masing calon pengantin pasti berbeda, mulai dari bentuk wajah yang oval, bulat, kotak, lonjong dengan bentuk mata, hidung, bibir, pipi yang juga berbeda. 

2. Menyesuaikan jenis make up
Jenis make up yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis dan tipe kulit calon pengantin. Kulit wajah masing-masing calon pengantin memiliki jenis yang berbeda-beda mulai dari normal, berminyak, kering, sampai berjerawat. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan hasil riasan yang sempurna dan tidak meninggalkan efek buruk setelah menggunakan make up. Pemilihan make up yang baik adalah make up yang telah memiliki standar dan terbukti aman untuk digunakan. Make up yang digunakan tentunya make up yang masih dalam masa pemakaian atau belum kedaluarsa. 

3. Menentukan tampilan
Tampilan make up adat jawa yang terbaru dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon pengantin. Calon pengantin telah banyak yang berhijab karena hijab hijab telah menjadi salah satu item fashion saat ini. Oleh karena itu saat pernikahan menggunakan adat jawa, pengantin dapat menggunakan hijab. Jika riasan make up adat jawa tanpa menggunakan hijab, cukup dengan merias seperti biasanya. Akan tetapi jika menggunakan hijab perlu penyesuaian antara riasan dengan hijab yang digunakan. 

4. Mendesain riasan 
Setelah menentukan tampilan riasan langkah selanjutnya yakni mendesain riasan yang akan diaplikasikan pada wajah celon pengantin. Mendesain riasan termasuk menentukan warna foundation dan bedak, warna eyeshadow, warna lipstik, eyeliner, blush on dan alat make up yang lainnya untuk menghasilkan warna riasan yang sesuai.

4. Proses merias
Langkah yang paling utama serta memerlukan kejelihan dan ketelitian yakni saat mengaplikasikan make up pada wajah. Untuk melakukan pengaplikasian make up yang tepat pada wajah, dapat melakukan langkah-langkah berikut ini:

- Membersihkan wajah
Sebelum mengaplikasikan make up pada wajah, wajah harus dibersihkan terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran sehingga akan mempermudah dalam proses merias dan hasil riasan yang menempel sempurna. Membersihkan wajah harus menggunakan pembersih yang sesuai dengan jenis kulit. Dalam adat jawa tertentu dilakukan pembersihan wajah dengan menggunakan ramuan khusus.

- Membasuhkan air dingin
Air dingin berguna untuk melembabkan wajah dan memperkecil pori-pori besar sehingga make up akan lebih bertahan lama. Caranya cukup dengan meratakan kain pada seluruh wajah dan leher yang telah dicelupkan air dingin sebelumnya. 

- Menggunakan pelembab
Pelembab digunakan untuk melembabkan kulit sehingga setelah penggunaan make up kondisi kulit akan tetap normal dan tidak kering. Penggunaan pelembab harus dilakukan secara menyeluruh pada wajah dan leher dengan kadar yang cukup. 

- Mengaplikasikan foundation
Setelah menggunakan pelembab, saatnya mengaplikasikan foundation secara merata pada wajah dan leher. Foundation merupakan tahapan yang penting karena merupakan dasar dari item make up lainnya. Tebal dan tipis foundation dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Foundation dapat digunakan dengan bantuan kuas, spons, atau menggunakan jari tangan secara langsung. Untuk mendapatkan ketebalan yang sama dan hasil tidak belang dapat mengaplikasikan foundation pada titik-titik tertentu lalu diratakan pada seluruh wajah. Selain menggunakan foundation, pada beberapa bagian tertentu dapat menggunakan concealer seperti bagian bawah mata bagi calon pengantin yang memiliki kantung mata.

- Menggunakan bedak
Selanjutnya untuk menyempurnakan tampilan kulit wajah dapat menggunakan bedak tabur maupun bedak padat. Pada beberapa riasan pengantin, perias menggunakan bedak tabur setelah foundation dengan cara menepuk-nepuk supaya menyatu dengan foundation lalu disempurnakan dengan bedak padat. Tekanan pada titi-titik tertentu pada wajah sangat perlu dilakukan pada bagian wajah yang memiliki kekurangan seperti noda hitam atau bekas jerawat.

- Riasan hitam pada dahi
Cirikhas make up adat jawa yakni riasan hitam pada dahi pengantin perempuan. Pengaplikasian riasan hitam pada dahi dapat dilakukan setelah menggunakan foundation dan bedak. Riasan hitam dapat digambar menggunakan tinta khusus yang aman untuk kulit wajah atau menempel riasan yang telah jadi. Untuk mendapatkan kesan natural, lebih baik menggunakan tinta dan menggambar secara langsung pada dahi. Riasan hitam dapat disesuaikan dengan tema, yakni memilih khas jawa yogya atau jawa solo. 

- Riasan mata
Untuk mempercantik mata dengan make up adat jawa dapat menggunakan item make up eyeliner, maskara, bulu mata, pensil alis, dan eyeshadow. Riasan mata yang pertama dimulai dari penggunaan eyeshadow yang telah disesuaikan warnanya, biasanya menggunakan lebih dari satu warna untuk menghasilkan gradasi warna yang sesuai. Setelah menggunakan eyeshadow, pemasangan bulu mata perlu dilakukan untuk memberikan tampilan bulu mata yang lentik dengan lem khusus dan pelentik bulu mata serta maskara. Selanjutnya dapat merias mata dengan eyeliner untuk mempertegas bentuk mata. Ciri khas dari riasan adat jawa pada riasan mata yakni goresan eyeliner yang menjulur keluar ke arah atas. Langkah terakhir yakni menyempurnakan bentuk alis dengan pencil alis dan maskara supaya hasilnya lebih natural. 

- Riasan pipi
Kesan merona pada pipi dapat dimunculkan dengan penggunaan blush on. Penggunaan blush on harus disesuaikan dengan bentuk wajah calon pengantin, yakni dengan menentukan arah shading yang tepat untuk hasil maksimal. Blush on sangat bermanfaat sebagai perona pipi dan akan memunculkan kesan tersendiri bagi yang melihat. 

- Riasan bibir
Bagian wajah terakhir yang perlu dirias yakni bibir dengan menggunakan lipstik atau menyempurnakan dengan item make up lain untuk bibir seperti pensil bibir. Jika calon pengantin kurang memiliki bentuk bibir yang indah dapat menggambar pola terlebih dahulu dengan pensil bibir. Sebelumnya bagian pinggir bibir telah ditutupi dengan foundation. Menggambar pola bentuk bibir harus berhati-hati dengan mengikuti bentuk bagian luar bibir asli. Setelah pola bibir tergambar, tampilan bibir dapat disempurnakan dengan lipstik. 

Itulah tutorial rias pengantin khas jawa terbaru yang dapat diaplikasikan khususnya bagi pemula dan baru mengenal riasan. Untuk menghasilkan tampilan yang sesuai antara kedua calon pengantin, tidak disarankan untuk merias pengantin laki-laki secara berlebihan. Lebih baik tidak mengaplikasikan make up pada calon pengantin laki-laki karena akan menghasilkan tampilan yang kurang sesuai. 
loading...

0 comments:

Post a Comment