Monday, 22 August 2016

Cara Mengetahui Kosmetik yang Berbahaya dengan Mudah

Menggunakan kosmetik merupakan suatu kebutuhan pokok bagi sebagian perempuan. Kosmetik digunakan setiap hari dalam berbagai acara, baik formal maupun sekedar santai. Meskipun hanya menggunakan bedak dan lipstik, hal ini telah menjadi kebiasaan yang tidak dapat ditinggalkan. Terdapat berbagai produk kosmetik yang tersedia di pasaran, baik yang bersertifikat maupun tidak. Sebagian perempuan kurang selektif dalam memilih kosmetik, tanpa memperhitungkan dampak yang akan ditimbulkan produk tersebut. Hal tersebut disebabkan kurangnya pengetahuan tentang produk kosmetik berbahaya. Oleh karena itu, berikut ini beberapa cara mengetahui kosmetik berbahaya dengan mudah.


Cara Mengetahui Kosmetik yang Berbahaya dengan Mudah

1. Pembersih wajah
Salah satu produk yang digunakan untuk mengalawai perawatan atau make up. Pembersih wajah berfungsi untuk membersihkan kotoran yang terdapat pada wajah dan leher. Sebagian perempuan tidak memperhitungkan efek dari pembersih wajah berbahaya. Hal tersebut dianggap tidak memberikan dampak besar pada wajah. Berikut ini beberapa kandungan dalam pembersih wajah yang harus dihindari:
- Merkuri atau hidroquinon
Kedua bahan ini telah banyak dikenal memberikan dampak yang kurang baik pada wajah. Fungsi dari kedua bahan tersebut yakni menghambat produksi melanosit, yakni sel yang menghambat pigmentasi kulit sehingga kulit tidak dapat menjadi gelap. Menurut penelitian yang telah dilakukan, kedua bahan tersebut dapat menyebabkan masalah serius termasuk kanker.
- Trietanolamin
Biasa tertulis TEA pada kemasan, bahan ini digunakan sebagai salah satu campuran dalam sabun untuk menyeimbangkan PH kulit. Akan tetapi bahan ini justru dapat mengakibatkan iritasi mata, kulit dan rambut kering.
- Sodium lauril sulfat (SLS) dan Amonium lauril sulfat (ALS)
Selain terdapat dalam pembersih wajah, kedua bahan tersebut juga banyak ditemukan pada shampo, sabun mandi, dan pasta gigi. 
- Propilen Glikol
Kandungan ini dapat menyebabkan kemerahan pada kulit, dan efek lanjut yakni dermatitis.

2. Toner dan pelembab
Toner banyak digunakan untuk memaksimalkan pembersihan wajah. Toner berbentuk cair seperti air dan untuk mengaplikasikan toner biasa menggunakan kapas. Sedangkan pelembab memiliki manfaat untuk melembabkan kulit kering serta menjaga kelembaban kulit. Pengguna kosmetik yang biasa menggunakan toner dan pelembab selayaknya harus mengetahui produk toner dan pelembab yang berbahaya dengan cara berikut ini:
- Bau menyengat
Jika toner memiliki bau yang sangat menyengat, hal tersebut mengindikasikan bahwa toner tersebut tidak aman. Bau yang menyengat ditimbulkan dari bahan kimia berbahaya di dalamnya. 
- Kulit terasa kaku
Setelah menggunakan toner yang berbahaya kulit akan terasa lebih kaku dan seperti tertarik. 
- Mengandung diethanolamine
Bahan kimia yang biasa disingkat DEA dan banyak terkandung dalam pelembab. Zat ini dapat menghancurkan hormon dan vitamin dalam tubuh. 

3. Krim pemutih
Produk kosmetik yang banyak mengandung bahan berbahaya yakni krim pemutih. Hal ini dikarenakan krim pemutih merupakan produk yang banyak digunakan untuk perawatan khususnya mencerahkan dan memutihkan wajah. Supaya terhindar dari krim pemutih berbahaya, dapat mengetahui ciri-ciri berikut ini:
- Warna mencolok
Cara paling mudah untuk mengetahui krim pemutih berbahaya yakni dengan warna yang mencolok. Produsen krim mencampurkan pewarna berbahaya sehingga tidak tercampur dengan krim. Selain itu memiliki tekstur yang sangat lengket jika terkena kulit dan sulit meresap.
- Bau menyengat
Selain warna mencolok, krim pemutih berbahaya memiliki bau yang sangat menyengat. Bau tersebut ditimbulkan oleh kandungan logam merkuri, untuk menyamarkan bau ditambahkan parfum sehingga bau kosmetik lebih sangat menyengat. 
- Proses cepat dalam memutihkan
Jika krim pemutih yang digunakan memberikan hasil cepat dalam pemutihan kulit, hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa kosmetik tersebut berbahaya. Kandungan jumlah merkuri dapat diketahui dari proses pemutihan. Jika proses pemutihan semakin cepat, berarti kandungan merkuri semakin tinggi. 
- Hasil kulit pucat
Hasil pemutihan menggunakan krim berbahaya akan menjadikan kulit putih pucat. Selanjutnya akan berubah abu-abu dan muncul bintik hitam. Proses ini memang tidak terjadi dalam waktu cepat, dapat hitungan tahun.
- Tekstur kulit rusak
Susunan sel kulit akan rusak, sehingga akan muncul warna kemerahan pada kulit jika terkena sinar matahari. Selain itu jerawat juga tidak akan muncul karena susunan sel kulit tidak dapat bekerja dengan baik. 
- Panas saat digunakan
Ciri lain dari krim pemutih berbahaya yakni terasa panas saat digunakan. Pada jenis kulit tertentu, seperti kulit sensitif akan lebih cepat terasa panas dan menimbulkan kemerahan seperti luka bakar. 
- Efek ketergantungan 
Krim pemutih yang tidak aman akan menimbulkan efek yang kurang baik jika berhenti menggunakan produk tersebut. Kulit akan mengalami beberapa masalah karena mengalami ketergantungan. Oleh karena itu tidak dapat berhenti menggunakan krim tersebut. 

4. Eyeliner dan maskara
Untuk mempercantik bagian mata, produk kosmetik yang digunakan yakni eyeliner dan maskara. Efek dari penggunaan eyeliner dan maskara memang kurang menjadi perhatian bagi pengguna kosmetik. Sehingga kandungan yang terdapat dalam keduanya kurang diperhatikan. Supaya terhindar dari hal-hal yang kurang baik pada mata, sebaiknya mengetahui kandungan bahan-bahan berbahaya yang terdapat di dalam eyeliner dan maskara.
- Pretoleum distillated
Merupakan sebutan lain dari parafin cair yang berasal dari destilasi minyak bumi. Bahan ini banyak digunakan pada maskara.
- Zat merkuri
Merupakan air raksa yang dapat memutihkan kulit dan juga banyak digunakan dalam pembuatan maskara. 
- Timbul rasa gatal
Saat atau setelah menggunakan eyeliner dan maskara, mata akan terasa gatal dan memerah. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan zat berbahaya dalam maskara dan eyeliner. 

5. Eyeshadow
Selain eyeliner dan maskara, item kosmetik yang digunakan untuk mempercantik mata yakni eyeshadow. Supaya terhindar dari produk eyeshadow yang berbahaya, dapat menggunakan cara berikut ini:
- Pewarna eyeshadow
Jika warna eyeshadow terlalu pekat dan tidak hilang meskipun terkena air atau pembersih make up, hal tersebut dapat mengindikasikan eyeshadow tersebut tidak aman. Pewarna yang digunakan dalam eyeshadow, bisa saja pewarna kain atau tidak pewarna khusus untuk make up.  
- Iritasi
Setelah penggunaan eyeshadow, pada bagian kelopak mata terjadi iritasi seperti kemerahan disertai rasa gatal. Hal tersebut menandakan bahwa eyeshadow tidak aman.
- Talc
Merupakan bahan kimia beracun yang sering ditambahkan ke dalam eyeshadow. Zat ini bersifat sebagai karsinogen tubuh manusia dan dapat menyebabkan kanker ovarium dan tumor paru-paru. 
  
6. Lipstik
Item kosmetik yang juga banyak digunakan untuk menyempurnakan tampilan yakni lipstik. Lipstik dimanfaatkan untuk mempercantik bibir sehingga tidak terlihat pucat. Akan tetapi tidak semua produk lipstik aman jika digunakan. Terdapat beberapa cara untuk melihat lipstik yang berbahaya dengan cara berikut ini:
- Tes dengan logam
Salah satu cara untuk mengetahui kosmetik berbahaya yakni menggunakan logam mulia seperti emas dan perak. Saat membeli lisptik dapat menggoreskan pada tangan lalu menggosok dengan logam tersebut. Jika hasilnya hitam atau gelap, maka lisptik tersebut tidak aman. Akan tetapi jika warnanya tetap seperti semula, maka lisptik tersebut aman untuk digunakan. 
- Bibir kering dan pecah-pecah
Setelah menggunakan lipstik dalam beberapa hari atau minggu, dan bibir terasa kering dan pecah-pecah. Jika hal tersebut terjadi, maka dapat dikatakan lipstik tersebut tidak aman dan mengandung bahan berbahaya. 
- Triclosan dan flalat
Triclosan dapat digunakan untuk mencegah infeksi bakteri. Sedangkan flalat yang biasa digunakan untuk menjadikan tekstur lipstik menjadi lebih lembut. 

7. Cara-cara lain
Selain mengetahui kandungan dan efek yang ditimbulkan karena penggunaan kosmetik berbahaya, dapat menggunakan cara-cara berikut ini:
- Memperhatikan merk dan harga
Merk dan harga merupakan ukuran bahwa kosmetik tersebut berbahaya. Jika kosmetik memiliki merk yang tidak terkenal dan memiliki harga murah, hal tersebut dapat mengindikasikan kosmetik tersebut berbahaya. Oleh karena itu, usahakan tidak tergiur dengan hasil maksimal jika harganya murah.
- Kemasan rusak
Cara mudah selanjutnya untuk mengetahui kosmetik berbahaya yakni kemasan rusak. Kemasan rusak menandakan produk tersebut tidak disimpan pada tempat yang semestinya. Padahal kosmetik memerlukan penyimpanan khusus dengan suhu tertentu.
- Memperhatikan tanggal kedaluarsa
Saat membeli produk kosmetik, harus selalu melihat tanggal kedaluarsa demi keamanan. Produk kosmetik yang kedaluarsa akan menimbulkan berbagai masalah kulit saat digunakan. Jika setelah penggunaan kosmetik kulit terasa gatal dan timbul kemerahan, hal tersebut dapat menjadi pertanda bahwa kosmetik telah kedaluarsa.
- Mengetahui masa penggunaan kosmetik
Masing-masing produk kosmetik memiliki daya tahan dan daya pakai setelah digunakan. Daya tahan dapat dihitung muali tanggal membuka produk tersebut. Selain itu jika telah memasuki tanggal kedaluarsa akan tetapi produk belum habis terpakai, lebih baik menghentikan pemakaian. 
- Tidak terdaftar di BPOM
Kosmetik yang berbahaya tentu tidak memiliki izin edar dan terdaftar di BPOM. Oleh karena itu sebelum menentukan membeli suatu produk kosmetik lebih baik mengecek di web resmi BPOM. 

Itulah beberapa cara mudah dalam mengetahui kosmetik yang berbahaya. Teliti sebelum menentukan membeli suatu produk kosmetik merupakan tindakan tepat supaya terhindar dari berbagai masalah kulit. Semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan selamat mencoba cara tersebut. 
loading...

0 comments:

Post a Comment