Wednesday, 10 May 2017

8 Cara Mudah Merawat Hijab Supaya Awet

Hijab merupakan salah satu item fashion yang penting untuk mendapat perawatan bagi sebagian hijabers. Perawatan hijab tidak jauh berbeda dengan baju lain pada umumnya, hanya yang terpenting yakni cara mencucinya karena hijab itu tipis. Sebagian hijabers ingin mengawetkan hijab mereka dengan berbagai cara, baik secara modern maupun cara alami yang mudah dilakukan. Untuk merawat hijab memang lebih mudah daripada baju lain pada umumnya, apalagi yang berukuran lebih besar. Oleh karena itu berikut ini beberapa cara merawat hijab mulai dari cara mencuci sampai menyimpannya supaya tetap awet. 

Salah satu hal yang banyak dilakukan untuk mengawetkan kain termasuk hijab yakni mencuci sebelum pemakaian pertama kali. Untuk hijab, memang tidak banyak yang luntur saat dicuci pertama kali. Akan tetapi untuk bahan hijab tertentu dapat terjadi kelunturan saat dicuci. Supaya tidak luntur, dapat dengan cara memanaskan air akan tetapi tidak sampai mendidih. Setelah itu ditambahkan cuka kira-kira 1 sendok teh dan hijab direndam sampai airnya berwarna butek. Selanjutnya dijemur dengan cara diangin-anginkan tanpa terkena sinar matahari dan terakhir setelah kering langsung disetrika. 
Selain cara di atas, untuk merawat hijab supaya awet yakni menggunakan cara-cara berikut ini:

8 Cara Mudah Merawat Hijab Supaya Awet

1. Tidak terlalu sering mencuci
Untuk menjaga keawetan hijab, hijab tidak perlu dicuci terlalu sering khususnya yang berbahan terlalu tipis. Jika tidak terlalu menyengat, cukup dengan diangin-anginkan atau jemur 2 sampai 3 jam sehingga bau akan hilang dan dapat digunakan kembali.

2. Tidak mencampur dengan pakaian luntur
Perawatan warna hijab merupakan hal penting untuk memberikan kesan awet pada hijab. Untuk menjaga keaslian warna hijab, saat mencuci lebih baik tidak mencampurkan hijab dengan warna yang berbeda apalagi dengan baju lain dan berpotensi luntur. Oleh karena itu lebih baik mendahulukan warna putih atau warna lemah saat mencuci. 

3. Menggunakan air dingin
Bagi sebagian besar orang, mencuci hijab (tidak baru) menggunakan air dingin dapat mengawetkan kain hijab. Air dingin dapat merapatkan serat kain khususnya untuk bahan hijab tertentu. Air dingin yang dimaksud bukan air es yang terlalu dingin, akan tetapi air biasa yang didalamnya dimasukkan beberapa gumpalan es.

4. Memperhatikan pemilihan detergen
Pemilihan detergen saat mencuci sangat mempengaruhi keawetan hijab. Hal tersebut dikarenakan terdapat detergen yang sangat keras sehingga tidak sesuai dengan bahan hijab yang sebagian besar berbahan tipis. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena bahan hijab berbeda dengan bahan busana lain seperti jeans. Akan tetepi jika menggunakan satu jenis detergen untuk semua jenis busana, dapat dengan mengurangi kadarnya jika untuk hijab.

5. Memperhatikan cara mencuci dan mengeringkan
Selain pemilihan ditergen, cara mencuci hijab juga sangat penting diperhatikan karena karakter bahan hijab yang sebagian besar tipis. Jika mencuci menggunakan cara manual, lebih baik dikucek menggunakan tangan tanpa menyikat. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kerusakan pada serat kain sehingga awet. Mesin cuci sangat tidak disarankan jika untuk mencuci hijab karena tidak dapat mengontrol kerja mesin cuci.
Cara mengeringkan hijab yang paling baik yakni tidak langsung terkena sinar matahari apalagi jika sangat terik. Untuk mengawetkan warna hijab dan bahan, cukup dengan mengangin-anginkan khususnya untuk bahan hijab yang terlalu tipis.

7. Cara penyimpanan
Cara penyimpanan yang tepat untuk hijab yakni digantung, bukan dengan cara dilipat. Menggantung hijab menjadikan hijab tetap pada bentuk semula, tidak mudah lusut sehingga mudah digunakan menjadi berbagai macam style hijab. Penyimpanan dapat menggunakan hanger tumpuk lalu dimasukkan pada gantungan lemari. 

8. Memperhatikan penggunaan jarum dan aksesoris hijab
Hal yang kurang diperhatikan para hijabers yakni cara penggunakan jarum dan aksesoris hijab. Pemakaian jarum dan aksesoris dengan cara kasar akan menjadikan kain hijab rusak. Oleh karena itu sangat penting untuk berhati-hati saat penggunaan dan khususnya saat mencopot keduanya. Selain itu, jarum dan aksesoris hijab yang telah berkarat lebih baik tidak digunakan.

Itulah beberapa cara mudah dalam merawat hijab supaya tetap awet. Cara-cara tersebut juga dapat diaplikasikan dalam merawat item busana lain seperti baju, celana, atau lainnya. Semoga dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan dan selamat mencoba. 

0 comments:

Post a Comment